Bor-boran Kedungsari Mojokerto Diduga Dijadikan Tempat Mesum Pasangan Homo

Satpol PP menemukan alat kontrasepsi berupa kondom saat melakukan patroli. Dugaan itu diperkuat oleh kesaksian warga.

10 Jul 2025 - 21:13
Bor-boran Kedungsari Mojokerto Diduga Dijadikan Tempat Mesum Pasangan Homo
Petugas Satpol PP Kota Mojokerto menemukan bungkus kondom di lokasi. (Foto: Istimewa)

KOTA MOJOKERTO, SJP—Aset Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto berupa kolam sumber air hangat yang berlokasi di lingkungan Kedungsari, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, diduga dijadikan tempat mesum pasangan pria sesama jenis.

Dugaan itu mencuat setelah warga setempat memberikan pengakuan bahwa lokasi itu sering dijadikan ajang esek-esek sesama pria. Pengakuan warga bukan tanpa dasar. Mereka mengaku telah menemukan kondom hingga pelumas di lokasi. 

Mendapat informasi itu, Pemkot Mojokerto merespons cepat kekhawatiran masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan tempat tersebut. 

Lokasi yang lazim disebut masyarakat sebagai bor-boran itu akan dibersihkan dan dilengkapi dengan lampu penerangan untuk mencegah aktivitas mesum atau penyimpangan yang meresahkan warga.

Langkah ini diambil setelah tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) atau razia pada Rabu (9/7/2025) malam.

Hasil pengecekan menunjukkan kondisi area gelap, kumuh, dan ditemukan berbagai sampah: seperti bungkus sabun, detergen, hingga alat kontrasepsi berserakan di sekitar lokasi kolam.

Plt Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Abdul Rachman mengaku telah berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan area tersebut. Dia menegaskan, patroli akan ditingkatkan secara berkala.

"Kami tetap melakukan mitigasi risiko. Karena lokasi ini cukup strategis. Satpol PP akan meningkatkan patroli di kawasan itu," tegasnya.

Rachman menambahkan, Dishub akan segera memasang lampu penerangan di area bor-boran untuk memastikan kawasan tersebut tetap terang dan terpantau di malam hari. 

"Penerangan ini agar aktivitas malam bisa terpantau. Akan segera dibersihkan. Teman-teman Satpol juga akan berkeliling untuk memantau," jelasnya.

Sementara Kepala Dishub Kota Mojokerto, Amin Wachid, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas situasi yang terjadi.

Dia mengakui bahwa lokasi kolam tersebut merupakan aset milik Pemkot Mojokerto dan akan dievaluasi agar dapat dimanfaatkan secara positif ke depan.

"Kami mohon maaf. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan tempat ini bisa dimanfaatkan secara positif," katanya.

Isu dugaan penyalahgunaan kolam air hangat itu mencuat setelah munculnya aktivitas dalam sejumlah grup media sosial komunitas gay di Mojokerto.

Sedikitnya tiga grup Facebook aktif dengan beberapa unggahan menyebut Bor-boran Kedungsari sebagai titik pertemuan. Salah satu akun bahkan pernah mengimbau anggota untuk tidak meninggalkan alat kontrasepsi di lokasi.

Selain bukti fisik, sejumlah warga yang ditemui secara terpisah mengaku telah lama mengetahui adanya aktivitas menyimpang di lokasi tersebut.

"Sudah setahunan dari 2023 digunakan seperti itu. Ya pasangan homo. Biasanya saat malam, sesama laki-laki hampir tiap hari. Dulu pernah dibubarkan warga karena menyimpang," ungkap RB, salah satu warga setempat.

Namun, kesaksian tersebut dibantah oleh Sumali, ketua RT setempat. Dia mengatakan, tidak ada temuan aktivitas menyimpang saat dilakukan patroli lingkungan. (*) 

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow