Bondowoso Kendalikan Inflasi Lewat Penguatan Pangan dan Digitalisasi

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya pengendalian inflasi melalui penguatan ketahanan pangan, stabilisasi harga, dan akselerasi digitalisasi daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam High Level Meeting TPID, TP2ED, dan TP2DD.

20 Jan 2026 - 17:59
Bondowoso Kendalikan Inflasi Lewat Penguatan Pangan dan Digitalisasi
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di Aula Sabha Bina Praja (foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar, Selasa (20/1/2026).

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, inflasi yang terkendali bukan sekadar capaian angka statistik, melainkan indikator terjaganya daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan. Karena itu, penguatan ketahanan pangan dan stabilisasi harga harus menjadi prioritas bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Inflasi yang terkendali mencerminkan kesejahteraan masyarakat. Ini harus dijaga melalui penguatan produksi lokal, kelancaran distribusi, kecukupan pasokan, serta efektivitas operasi pasar,” kata Abdul Hamid Wahid, di Aula Sabha Bina Praja, Selasa (20/1/2026).

Ia menyebutkan, tantangan perekonomian daerah ke depan semakin kompleks. Ketidakpastian global, perubahan iklim, hingga dinamika distribusi pangan menuntut pemerintah daerah tidak lagi bekerja secara sektoral.

"Kolaborasi antara TPID, TP2ED, dan TP2DD menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ungkap bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.

Dalam konteks pengendalian inflasi, TPID memiliki peran strategis untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok. Sementara itu, TP2ED diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berbasis potensi lokal, terutama sektor pertanian, UMKM, dan ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi penopang utama Bondowoso.

Abdul Hamid juga menekankan pentingnya peran digitalisasi melalui TP2DD dalam mendukung pengendalian inflasi. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga efisiensi, transparansi, dan perluasan akses layanan ekonomi.

“Digitalisasi sistem pembayaran, digitalisasi UMKM, serta pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan akan memperkuat efektivitas pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” ujarnya.

Melalui forum HLM ini, Pemkab Bondowoso mendorong penguatan sinergi kebijakan antara TPID, TP2ED, dan TP2DD, optimalisasi data dan sistem peringatan dini (early warning system), serta pelibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, hingga masyarakat.

"Seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut akan ditindaklanjuti secara konkret dan terukur sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat perekonomian Bondowoso," tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow