Jelang Ramadan 2026, Harga Cabai dan Kebutuhan Pokok di Bondowoso Mulai Naik

Menjelang Ramadan 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Bondowoso mulai mengalami kenaikan. Cabai rawit dan tomat mencatat lonjakan tertinggi, seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa.

20 Jan 2026 - 17:23
Jelang Ramadan 2026, Harga Cabai dan Kebutuhan Pokok di Bondowoso Mulai Naik
Pedagang cabai merah di pasar Induk Bondowoso (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Gejala kenaikan harga kebutuhan pokok mulai terasa di Kabupaten Bondowoso menjelang Ramadan 2026. Sejumlah komoditas pangan strategis tercatat mengalami lonjakan harga di pasar tradisional, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci.

Hasil monitoring Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso pada 19 Januari 2026 menunjukkan adanya perubahan harga di empat pasar tradisional utama dibandingkan pantauan sebelumnya pada 15 Januari 2026. Kenaikan terjadi dengan tingkat disparitas yang berbeda-beda di tiap komoditas.

Lonjakan paling mencolok tercatat pada cabai rawit merah. Di Pasar Prajekan, harga komoditas ini melonjak hingga Rp10 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Induk Bondowoso, kenaikan mencapai Rp6 ribu per kilogram.

Kenaikan signifikan juga terjadi pada tomat sayur. Di Pasar Prajekan, harga tomat meroket dari Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram, atau naik sekitar 60 persen dalam hitungan hari.

Selain itu, sejumlah komoditas lain seperti kubis, cabai merah besar, dan bawang putih turut mengalami kenaikan, meski dalam skala lebih kecil, yakni sekitar Rp1.000 per kilogram atau per liter. Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan inflasi pangan yang mulai menguat menjelang Ramadan.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat, menjelaskan bahwa Indeks Perubahan Harga (IPH) menjadi indikator utama dalam memantau tren kenaikan harga dari tahun ke tahun, khususnya menjelang Ramadan.

Ia memaparkan, pada awal Ramadan 2023 yang jatuh pada 22 Maret, IPH relatif stabil di angka 0,13. Namun, tren berubah tajam pada awal Ramadan 2024 (11 Maret) dengan IPH melonjak hingga 4,36. Sementara pada awal Ramadan 2025 yang dimulai 28 Februari, IPH kembali meningkat sebesar 3,32 persen.

“Pasti ada peningkatan menjelang Ramadan karena kebutuhan masyarakat naik dan berpengaruh langsung pada belanja rumah tangga,” ujar Agung, saat dikonfirmasi pada Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan pemilahan data IPH, sejumlah komoditas yang paling berkontribusi terhadap kenaikan harga jelang Ramadan meliputi beras, daging ayam, telur ayam, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

"Komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok yang permintaannya cenderung meningkat saat memasuki bulan puasa," ungkapnya.

Secara historis, daging ayam disebut memiliki potensi kenaikan harga yang cukup tinggi. Sementara itu, telur ayam tercatat berpotensi naik sekitar 14–15 persen, cabai merah sekitar 15 persen, dan cabai rawit bahkan diperkirakan bisa melonjak hingga 20–22 persen menjelang Ramadan 2026. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow