BNN Tulungagung Perkuat Strategi P4GN Hadapi Ancaman Narkoba yang Kian Kompleks

Hal ini sejalan dengan Asta Cita butir ke-7 Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai isu strategis nasional.

23 Dec 2025 - 16:40
BNN Tulungagung Perkuat Strategi P4GN Hadapi Ancaman Narkoba yang Kian Kompleks
Plt Kepala BNN Kabupaten Tulungagung, AKBP Damar Bastiar Amarapit. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — Dinamika peredaran gelap narkoba yang semakin adaptif dan terorganisasi di tingkat global memicu Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung untuk memperketat strategi penanganan. 

Mengacu pada mandat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, BNN Tulungagung kini mengedepankan pendekatan komprehensif yang menyasar dimensi sosial, ekonomi, hingga keamanan nasional.

Plt. Kepala BNN Kabupaten Tulungagung, AKBP Damar Bastiar Amarapit, menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak lagi dapat dilakukan secara parsial. 

Hal ini sejalan dengan Asta Cita butir ke-7 Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai isu strategis nasional.

"Kami mengimplementasikan gerakan War on Drugs for Humanity. Perang ini bukan sekadar penindakan hukum, melainkan upaya melindungi nilai kemanusiaan melalui tiga pilar utama yakni pencegahan, pemberantasan, dan pemulihan," ujar AKBP Damar, Rabu (23/12/2025).

Di sektor pencegahan, BNN Tulungagung sukses mengintervensi Desa Rejoagung sebagai Desa Bersinar (Bersih Narkoba). 

Sepanjang tahun 2025, instansi ini telah membentuk 74 relawan dan 60 penggiat P4GN guna memperkuat ketahanan keluarga serta lingkungan pendidikan.

Edukasi publik juga dilakukan secara masif melalui berbagai kanal digital dan konvensional. 

"Diseminasi informasi kami telah menjangkau jutaan penayangan di media sosial dan podcast. Edukasi adalah benteng pertama dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di lapisan akar rumput," tambahnya.

Pada pilar pemberantasan, BNN Tulungagung mencatatkan prestasi melalui inovasi program PADI LAPAS (Pengawasan Terpadu di Lembaga Pemasyarakatan). 

Program kolaboratif ini diklaim efektif menekan angka penyelundupan narkoba ke dalam lapas hingga mencapai 90,5 persen.

Selain itu, melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT), BNN telah menangani 27 klien dengan rekomendasi proses hukum dan rehabilitasi yang tepat sasaran. 

Deteksi dini berupa razia gabungan di tempat hiburan malam serta tes urine berkala bagi pengemudi transportasi publik tetap menjadi agenda rutin untuk menjamin keamanan wilayah.

Aspek rehabilitasi juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, layanan rehabilitasi rawat jalan telah diberikan kepada 43 klien dengan tingkat kualitas hidup mencapai 88 persen berdasarkan standar WHO Quality of Life. Angka ini tercatat melampaui target nasional.

Keberhasilan ini didukung oleh penguatan kolaborasi lintas sektor melalui 13 perjanjian kerja sama (MoU) dengan berbagai instansi. 

Dari sisi akuntabilitas, BNN Tulungagung menunjukkan performa anggaran yang impresif dengan capaian output 99,99 persen dan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sempurna (100).

Menutup tahun 2025, BNN Tulungagung telah membentuk Forum Komunikasi P4GN dan meluncurkan program GADIS BERSINAR. Program ini dirancang untuk mempercepat pembentukan Desa Bersinar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung.

"Visi kami adalah menciptakan Tulungagung yang bersih dari narkoba melalui inovasi yang berkelanjutan. Kami akan terus memastikan negara hadir untuk melindungi masyarakat dari ancaman barang haram tersebut," tutup AKBP Damar. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow