BISTF-IPAC 2025 Resmi Ditutup, Kota Batu Kukuhkan Diri sebagai Sentra Event Dirgantara Internasional

Keberhasilan BISTF dan IPAC 2025 menjadi penguat semangat pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur olahraga.

20 Jul 2025 - 18:09
BISTF-IPAC 2025 Resmi Ditutup, Kota Batu Kukuhkan Diri sebagai Sentra Event Dirgantara Internasional
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat menyerahkan hadiah juara di event penutupan BISTF (ist/prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJPPanggung internasional Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) dan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2025 resmi ditutup pada Ahad (20/7/2025) setelah berlangsung selama empat hari.

Penutupan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu (Pemkot) dalam upaya menjadikan wilayahnya sebagai pusat penyelenggaraan ajang dirgantara bertaraf dunia.

Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan Kota Batu menjadi tuan rumah kegiatan internasional yang berjalan lancar, aman, dan disambut antusias oleh masyarakat.

“Ini bukan sekadar kejuaraan olahraga, tetapi bagian dari strategi membangun konektivitas global lewat diplomasi budaya dan ekonomi. Kota Batu terbuka untuk dunia, dan BISTF ini adalah buktinya,” ujarnya, Ahad (20/7/2025).

IPAC 2025 digelar dalam 12 putaran kompetisi dan telah resmi masuk kategori 2 dalam sistem peringkat dunia World Paragliding Ranking System (WPRS). Hal ini menandai bahwa Indonesia, khususnya Kota Batu, telah menjadi salah satu titik penting dalam kalender kompetisi paralayang dunia.

"Jadi keberhasilan BISTF dan IPAC 2025 menjadi penguat semangat pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur olahraga. Kami tengah merancang pembangunan pusat olahraga representatif. Selain itu, kami dorong kompetisi lokal seperti Liga Desa agar bisa menjadi fondasi pembinaan atlet berprestasi sejak dini,” jelasnya.

Dampak dari kegiatan ini juga meluas ke sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Ribuan pengunjung turut meramaikan rangkaian acara festival. Festival ini memperlihatkan potensi besar wisata berbasis olahraga udara di Kota Batu.

Festival ini tidak hanya mempromosikan olahraga paralayang, tapi juga memperkenalkan kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta panorama alam Kota Batu yang memikat.

Ketua FASI Jawa Timur, Arief Eko Wahyudi menyampaikan, kejuaraan ini memiliki nilai strategis tinggi, mengingat Indonesia saat ini menempati peringkat ke-6 dunia dalam nomor akurasi paralayang.

“IPAC 2025 bukan hanya ajang kompetisi, tapi menjadi motor penggerak posisi Indonesia di level dunia,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Kolonel Pnb Reza RR. Sastranegara, melalui perwakilannya Kolonel Koonst Donnel S. Dia mengapresiasi kesiapan Kota Batu yang dianggap sukses tidak hanya secara teknis, tapi juga secara manajerial dan dukungan masyarakat.

“Ini momentum penting untuk menjadikan Batu sebagai destinasi unggulan sport tourism udara,” tegasnya.

Tak hanya menjadi panggung kompetisi, ajang ini juga mempertemukan para atlet dari berbagai negara–terutama kawasan Asia dan Eropa–dalam suasana penuh sportivitas dan persahabatan.

Salah satu momen berkesan yaitu saat atlet asal Malaysia berhasil meraih gelar juara pada salah satu kategori, yang memperkuat makna solidaritas antarbangsa di atas arena persaingan.

Penutupan IPAC 2025 juga ditandai dengan pengumuman para juara dari berbagai kategori. Pada kategori Overall dan Junior U26, dominasi datang dari atlet Malaysia, Muhammad Aqilluddin Bin Mohd Nafi, yang tampil konsisten dan menempati peringkat pertama dengan nilai 13.

Di kategori Female, atlet Indonesia, Silviana Bebby Kumalasari, keluar sebagai juara dengan perolehan nilai 204, disusul Erika Yolanda Putri dan Aisyah Zafirah Mohd Nazri dari Malaysia.

Untuk kategori tim, Hextar Kimia Team yang diperkuat kombinasi atlet Indonesia dan Malaysia berhasil unggul dengan total nilai 98, mengalahkan Davinci Glider dan Ungkek di posisi kedua dan ketiga.

Prestasi yang diraih para atlet ini menambah bobot pencapaian event IPAC 2025, sekaligus mengukuhkan Kota Batu sebagai panggung sport tourism berbasis udara yang kompetitif dan kredibel di mata dunia.

Keberhasilan penyelenggaraan serta torehan prestasi ini menjadi bekal penting bagi Pemkot Batu untuk terus memperluas jejaring, memperkuat infrastruktur olahraga, serta menjaga posisi strategis dalam kalender event internasional ke depan. (adv)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow