Meski Harga Bahan Naik, Ramadan Dongkrak Omzet Pedagang Pasar Tanjung Jember
Meski terjadi kenaikan harga, minat beli konsumen tetap tinggi. Yeni mengaku omzet penjualannya meningkat hingga hampir sepuluh kali lipat dibandingkan hari biasa. Kondisi tersebut membuat aktivitas di tokonya padat sejak dini hari.
JEMBER, SJP– Momentum bulan Ramadan berdampak pada peningkatan aktivitas jual beli bahan minuman segar di Pasar Tanjung, Kabupaten Jember. Peningkatan volume penjualan terjadi seiring tingginya kebutuhan masyarakat akan bahan takjil untuk berbuka puasa.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan adalah kolang-kaling. Harga bahan pelengkap es campur tersebut naik sebesar 50 persen, dari Rp15.000 menjadi Rp22.000 per kilogram. Kenaikan harga ini terpantau terjadi sejak tingkat petani pada awal Ramadan.
Seorang pedagang bahan es, Yeni Agustin, menjelaskan bahwa lonjakan harga tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasokan dari produsen.
“Kolang-kaling dan rumput laut harganya melambung karena dari petani memang sudah naik,” ujar Yeni saat ditemui di lapaknya, Sabtu (21/2/2026).
Meski terjadi kenaikan harga, minat beli konsumen tetap tinggi. Yeni mengaku omzet penjualannya meningkat hingga hampir sepuluh kali lipat dibandingkan hari biasa. Kondisi tersebut membuat aktivitas di tokonya padat sejak dini hari.
Guna mengimbangi tingginya permintaan, Yeni menambah jumlah karyawan dari dua orang menjadi delapan orang. Jam operasional toko juga diperpanjang, mulai pukul 02.00 WIB hingga 22.00 WIB setiap hari selama bulan Ramadan.
“Insyaallah Ramadan tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu. Cuacanya panas, jadi orang lebih banyak cari minuman segar,” ungkapnya.
Di samping kolang-kaling, cincau menjadi produk yang paling banyak diminati karena harga yang relatif terjangkau, yakni Rp4.000 per kilogram. Selain itu, bahan es seperti dawet juga menjadi komoditas yang banyak dicari pembeli.
Untuk menjaga ketersediaan stok, Yeni mengambil pasokan cincau dan dawet langsung dari pabrik di kawasan Gading Joyo, Tegal Besar, Jember. Melalui sistem distribusi tangan pertama tersebut, ia dapat menekan harga jual kepada konsumen.
Fenomena peningkatan permintaan bahan es ini juga dirasakan oleh pedagang musiman. Putri, seorang penjual es campur di Kecamatan Arjasa, menyatakan tetap berjualan meski terdapat kenaikan harga pada sejumlah bahan baku.
“Namanya juga Ramadan, pembeli pasti banyak. Selama kenaikannya masih wajar, kita tetap jualan karena permintaan juga naik,” kata Putri.
Peningkatan permintaan ini menjadi peluang ekonomi bagi para pedagang, khususnya pelaku usaha musiman yang mengandalkan pendapatan dari penjualan takjil dan minuman berbuka puasa selama bulan Ramadan. (***)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

