Bank Jatim Perkuat Jejaring Dagang Jawa Timur–Sumatera Selatan

Sinergi perdagangan dan investasi antardaerah melalui kegiatan Misi Dagang dan Investasi bertema Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sumatera Selatan.

29 Sep 2025 - 22:19
Bank Jatim Perkuat Jejaring Dagang Jawa Timur–Sumatera Selatan
Kegiatan Misi Dagang dan Investasi dengan tema Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sumatera Selatan. (Foto:dok.humas bankjati./sjp)

PALEMBANG, SJP — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi perdagangan dan investasi antardaerah. Pada Senin (29/9/2025), Bank Jatim turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi dengan tema Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sumatera Selatan. 

Acara yang berlangsung di Wyndham Hotel Palembang ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyatakan bahwa perseroan terus berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan untuk meningkatkan daya saing. 

“Dengan mengikutsertakan UMKM binaan dalam Misi Dagang, Bank Jatim ingin membantu mereka agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Kami optimistis produk unggulan ini akan menarik perhatian dan membuka peluang kolaborasi bisnis,” ujar Winardi.

Lebih lanjut, Winardi menjelaskan bahwa kegiatan misi dagang memberikan ruang interaksi langsung antara UMKM Jawa Timur dengan pasar potensial di Sumatera Selatan. Tiga UMKM binaan Bank Jatim yang ikut serta dalam agenda ini adalah Batik Puspita dari Pacitan, serta Pecel Bu Pariyem dan Djamoe dari Madiun. 

“Harapannya, produk-produk ini mampu memberikan nilai tambah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan,” katanya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menuturkan bahwa nilai transaksi perdagangan antara Jawa Timur dan Sumatera Selatan dalam misi dagang kali ini mencapai Rp 1 triliun, melampaui target semula Rp 500 miliar.

Adapun komoditas yang diperdagangkan meliputi olahan unggas, susu, gula merah tebu, daging ayam, beras, bawang merah, mesin las, rokok, ikan beku, hingga peralatan dapur untuk mendukung program makan bergizi gratis.

Menurut Khofifah, misi dagang tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas transaksi antardaerah, melainkan juga sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan nasional.

“Kita ingin merajut merah putih. Jangan semuanya dihitung dari sisi ekonomi saja. Kita bangsa yang besar, dan persaudaraan bisa terjalin dalam berbagai format, salah satunya melalui perdagangan dan investasi ini,” tutur Khofifah.

Pencapaian transaksi ini mencerminkan sinergi dan kepercayaan antardaerah dalam mendukung produk dalam negeri. Jawa Timur, melalui Bank Jatim dan pelaku UMKM, berkomitmen terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat pasar domestik. (***)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow