BI Siapkan Rp24,6 Triliun untuk Penukaran Uang di Jatim

Melalui program SERAMBI 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp24,6 triliun untuk wilayah Jawa Timur. Jumlah tersebut meningkat sekitar 5,6 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp23,3 triliun.

08 Mar 2026 - 22:18
BI Siapkan Rp24,6 Triliun untuk Penukaran Uang di Jatim
Suasana keramaian warga saat mengantre layanan penukaran uang baru pada program SERAMBI 2026 di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Sabtu (8/3/2026) (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP – Layanan penukaran uang baru dalam rangka program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 resmi digelar di Grand City Convention and Exhibition, Sabtu (8/3/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi salah satu titik layanan penukaran terpusat yang disiapkan Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Melalui program SERAMBI 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp24,6 triliun untuk wilayah Jawa Timur. Jumlah tersebut meningkat sekitar 5,6 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp23,3 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan penyediaan uang tunai dalam jumlah besar tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

“Bank Indonesia berkomitmen memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, berkualitas, dan tersebar merata, serta didukung sistem pembayaran yang andal selama periode Ramadan dan Idulfitri,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi pada Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, peningkatan jumlah uang yang disiapkan juga didorong oleh proyeksi pertumbuhan konsumsi masyarakat serta meningkatnya mobilitas selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI).

“Antisipasi kenaikan ini didasari oleh pertumbuhan ekonomi yang positif serta meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode RAFI (Ramadan dan Idulfitri),” kata Ibrahim.

Selain penukaran terpusat di Grand City, BI juga sebelumnya menggelar layanan serupa sehari sebelumnya di Ciputra World Surabaya. Kedua lokasi tersebut menjadi pusat layanan penukaran uang baru dengan kapasitas besar untuk melayani masyarakat.

Di luar layanan terpusat, BI juga membuka berbagai kanal penukaran uang lainnya. Di antaranya melalui mobil kas keliling yang beroperasi sejak 19 Februari hingga 13 Maret 2026 di sejumlah titik strategis seperti rumah ibadah, pusat keramaian, hingga jalur mudik.

Selain itu, BI juga bersinergi dengan industri perbankan dengan membuka 240 titik layanan penukaran yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Layanan tersebut berlangsung mulai 24 Februari hingga 15 Maret 2026.

Untuk mendapatkan layanan penukaran uang, masyarakat diimbau melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR di laman resmi Bank Indonesia. Sistem ini diterapkan untuk memastikan ketertiban layanan serta menghindari antrean panjang.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi non-tunai melalui berbagai instrumen pembayaran digital seperti QRIS, BI-FAST, uang elektronik, dan layanan digital banking.

Upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan sistem pembayaran yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CeMuMuAH).

Tak hanya itu, BI juga mengingatkan masyarakat agar menerapkan perilaku Belanja Bijak, yakni berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan, serta mengutamakan produk dalam negeri.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan dalam belanja, mengutamakan produk dalam negeri, serta selalu waspada terhadap uang palsu dengan prinsip 3D dan semangat Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah,” tutup Ibrahim. (*)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow