Bersumber dari BTT, Biaya Operasional Pasca Bencana di Bondowoso Capai Rp 600 Juta
Usulan anggaran yang bersumber dari BTT kabupaten tersebut harus sepengetahuan Kasatgas dan Wakasatgas PB Kabupaten Bondowoso.
BONDOWOSO, SJP - Pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Tlogosari dan Wonosari pada Minggu (22/12/2024) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, gelar rapat koordinasi (rakor) terkait penanganan kedaruratan bersama stakeholder terkait.
Anggaran operasional kurang lebih Rp 600 juta digelontorkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu, TNI dan Kepolisian. Disesuaikan dengan usulan yang dibutuhkan.
"Anggaran tersebut berasal dari dana Belanja TIdak Terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso," ungkap Kalaksa BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, Jumat (27/12/2024).
Namun demikian, anggaran yang dibutuhkan dan diusulkan tersebut, imbuhnya, harus sepengetahuan dari Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) dan Wakil ketua Satuan Tugas (Wasatgas) Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Bondowoso.
"Untuk biaya operasional selama penanganan kedaruratan pasca bencana," pungkas mantan Kepala Diskoperindag Kabupaten Bondowoso ini.
Seperti diketahui, warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tlogosari kesulitan mendapatkan air bersih pasca pipa saluran terputus hingga terbawa banjir.
Karena kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, warga Dusun Babatan, Desa Pakisan, Kecamatan Tlogosari hingga rela menampung air hujan untuk kebutuhan mandi hingga untuk kebutuhan konsumsi.
Maka dari itu, Pemkab Bondowoso mulai melakukan dropping air bersih kepada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor tersebut. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

