Berkedok Petugas PDAM, Pencuri Gasak Kotak Perhiasan Seberat 1 Kg di Rumah Lansia
Dua pria menyamar sebagai petugas PDAM berhasil mencuri perhiasan emas dan permata seberat 1 kg dari rumah di Surabaya, memanfaatkan kelengahan penghuni.
SURABAYA, SJP - Sebuah rumah di Jalan Achmad Jais, Kecamatan Genteng, Surabaya, menjadi sasaran aksi pencurian pada Rabu (22/1/2025). Dua orang pelaku menyamar sebagai petugas PDAM untuk mengelabui penghuni rumah. Akibatnya, kotak berisi perhiasan emas dan permata dengan berat lebih dari 1 kilogram raib digondol pelaku.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Genteng, AKP Grandika Indera Waspada, mengungkapkan bahwa aksi pencurian terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Saat itu, penghuni rumah mendengar ketukan pintu. Ketika pintu dibuka, dua pria yang mengaku petugas PDAM meminta izin untuk memeriksa instalasi meteran air.
"Penghuni rumah sudah lansia, mereka tidak curiga dan mempersilakan kedua pelaku masuk. Pelaku mengatakan meteran air berada di dalam rumah, sehingga mereka diizinkan memeriksa," jelas Grandika, Rabu (22/1/2025).
Setelah berhasil masuk, kedua pelaku berbagi tugas. Satu pelaku berpura-pura memeriksa meteran air, sementara pelaku lainnya langsung menuju kamar tanpa sepengetahuan penghuni rumah.
Saat itu, penghuni rumah sempat akan mengangkat telepon yang berada di dekat kamar, tetapi pelaku yang pura-pura memeriksa meteran berusaha mengalihkan perhatian.
"Salah satu pelaku keluar dari kamar dengan tergesa-gesa dan langsung meninggalkan rumah bersama rekannya. Penghuni rumah baru menyadari ada yang tidak beres setelah memeriksa kamar dan mendapati kotak berisi perhiasan emas dan permata telah hilang," tambah Grandika.
Sadar telah menjadi korban pencurian, penghuni rumah segera melapor kepada Ketua RT setempat yang kemudian menghubungi Polsek Genteng. Sekira pukul 10.30 WIB, tim gabungan dari Unit Jatanras, Tim INAFIS Polrestabes Surabaya, dan Polsek Genteng tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Proses Penyelidikan oleh Kepolisian
Kanit Reskrim Polsek Genteng, AKP Vian Wijaya, mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari penghuni rumah dan saksi di sekitar lokasi kejadian.
"Modus ini menunjukkan pelaku memanfaatkan kelengahan penghuni rumah dengan menyamar sebagai petugas resmi. Kami masih mengumpulkan bukti, termasuk petunjuk dari olah TKP, untuk mengidentifikasi pelaku," ujar Vian.
Hingga berita ini diturunkan, polisi terus melakukan penyelidikan. Vian juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tamu tak dikenal yang mengaku sebagai petugas resmi.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi identitas orang yang mengaku sebagai petugas, terutama jika mereka meminta akses ke dalam rumah," tegasnya.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan pentingnya kewaspadaan, terutama terhadap modus operandi yang semakin canggih digunakan oleh pelaku kejahatan. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan hal mencurigakan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

