Bencana Kepung Bondowoso, Sehari Terjadi Longsor, Banjir dan Angin Kencang
Sebagai bentuk siaga bencana, Polres dan BPBD akan menggelar apel siaga bencana skala besar
BONDOWOSO, SJP - Awal Februari 2025, bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bondowoso kembali melanda. Bahkan, angin kencang juga melanda dan menjadi atensi khusus bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Di Kecamatan Wringin, tepatnya di Dusun Dadapan RT 10 RW 2, Desa Sumbercanting, sebuah rumah terdampak tanah longsor, pada Ahad (2/2/2025) sekira pukul 17.30 WIB.
BPBD Bondowoso menerangkan, longsor tersebut disebabkan karena hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kecamatan Wringin, sejak sore hingga malam.
Selain tanah longsor, luapan saluran irigasi dari sungai Wonoboyo di Kecamatan Klabang juga membuat air menggenangi jalan pemukiman warga setinggi mata kaki orang dewasa, pada Ahad (2/2/2025) sekira pukul 22.59 WIB.
Meskipun air cepat surut, namun luapan air dari sungai Wonoboyo ini membuat lahan pertanian milik warga seluas 2 hektare di Desa Leprak gagal panen. Bahkan sekira 20 rumah di RT 10 dan 01 juga terdampak.
Luapan air di sungai Wonoboyo ini membuat bronjong penahan air sepanjang 50 meter dengan tinggi 1,5 meter ambruk tergerus derasnya air, tepatnya di Dusun Parseh RT 10 Desa Leprak.
Kemudian, akibat angin kencang yang terjadi pada Ahad (2/2/2025), menyebabkan rumah milik warga di Dusun Paterongan RT 06 RW 02 Desa Walidono Kecamatan Prajekan roboh. Dapur rumah warga berukuran 8 x 3 meter ini ambruk dan kerugian ditaksir mencapai Rp 6 juta.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo mengatakan, saat ini dirinya mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada saat terjadi hujan disertai angin kencang.
Bahkan, bagi warga yang rumahnya ada di daerah rawan longsor dan bantaran sungai, harus ekstra hati-hati, karena saat ini potensi terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem dan hidrometeorologi sangat rentan.
"Saat ini kami sudah melakukan asesmen dan penanganan kepada lokasi terdampak banjir, longsor dan angin kencang," ucapnya saat dikonfirmasi pada Senin (3/2/2025).
Untuk penanganan banjir di Desa Pandak dan Leprak, saat ini BPBD bersama Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) sudah datang ke lokasi untuk memetakan penanganan pasca banjir yang menyebabkan jebolnya saluran irigasi dan bronjong.
"Sudah kami asesmen dan segera akan dilakukan penanganan oleh OPD terkait. Sementara ini kami memberikan bantuan kepada warga terdampak. Seperti sembako, terpal, selimut, makanan siap saji, paket sandang, paket kebersihan dan bantuan material," ujar mantan Kepala Diskoperindag ini.
Untuk bantuan yang diserahkan, kata Sigit Purnomo, menyesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Bondowoso. Namun, BPBD berupaya untuk menambah item bantuan yang akan diserahkan.
“Tidak ada aturan baku untuk bantuan yang diserahkan, karena menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Awalnya bantuan 3 item saja, namun nantinya akan ditingkatkan menjadi 6 item,” tukasnya.
Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono akan segera mengelar apel besar bersama semua pihak untuk menanggulangi bencana di Bumi Ki Ronggo.
“Besok (Selasa 4 Februari) kami akan gelar apel siaga bencana skala besar, yang melibatkan Kodim 0822, BPBD, dan stakeholder yang lain, mengingat Bondowoso ini butuh kegiatan yang nyata untuk menanggulangi bencana,” terang Kapolres.
Bahkan, Kapolres asal Pamekasan Madura ini telah megumpulkan seluruh Kapolsek se Kabupaten Bondowoso untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menangani bencana.
“Yang pasti anggota kami dari seluruh Polsek siap siaga dan semua Kapolsek sudah saya perintahkan untuk mengutamakan anggotanya agar stanby, karena kita didukung oleh pemerintah. Jadi kita saat ini sudah berkolaborasi, termasuk Babinsa juga,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

