Kertosono Memanas, Satpol PP Nganjuk Siapkan Operasi Senyap, Sasar Kos-Kosan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten tengah merencanakan operasi senyap untuk menyisir sejumlah homestay dan rumah kos yang diduga kuat menjadi sarang praktik mesum

21 Aug 2025 - 15:33
Kertosono Memanas, Satpol PP Nganjuk Siapkan Operasi Senyap, Sasar Kos-Kosan
Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Nganjuk, Sujito (Foto : kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten tengah merencanakan operasi senyap untuk menyisir sejumlah homestay dan rumah kos yang diduga kuat menjadi sarang praktik mesum.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Nganjuk, Sujito saat ditemui Suarajatimpost di ruang kerjanya menyatakan dengan tegas.

"Kami tidak akan membiarkan Kertosono menjadi tempat berkembangnya kemaksiatan. Dari pemberitaan melaui media sudah jelas, dan kami akan bertindak," Kata Sujito, Kamis (21/8/2025).

Operasi ini akan menyasar titik-titik rawan yang telah diidentifikasi berdasarkan laporan dari anggotanya. Petugas tidak hanya akan memeriksa identitas penghuni kos, tetapi juga akan menggeledah kemungkinan adanya narkoba, minuman keras ilegal, serta pelanggaran perda ketertiban umum.

"Yang pasti, ini pemain lama, sudah pernah kami ingatkan, tapi masih tetap buka, agar operasi ini berjalan efektif dan sesuai aturan, nanti kami kabari hasilnya," imbuhnya dengan nada serius.

Menurut Sujito, ia juga memberikan sanksi keras kepada pemilik kos untuk lebih ketat dalam menyeleksi penghuni dan rutin melakukan pengawasan. 

"Pemilik kos harus ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan mereka. Jangan sampai kos-kosan dijadikan tempat maksiat," tegasnya.

Sebelumnya, keberadaan homestay di wilayah Kertosono Kabupaten Nganjuk yang dikemas layaknya kos-kosan dengan sistem sewa per jam, tengah menjadi sorotan publik. 

Dugaan kuat, tempat tersebut disalahgunakan sebagai lokasi praktik mesum terselubung.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, salah satu homestay di Kertosono justru menawarkan paket sewa hitungan jam, bukan harian atau bulanan seperti pada umumnya. 

Pola ini membuat masyarakat sekitar resah, lantaran aktivitas keluar masuk tamu dinilai tidak wajar dan menimbulkan kecurigaan.

Salah seorang aktivis Forum Advokasi dan Aspirasi Masyarakat Nganjuk, Ahmad Ulinuha saat melihat langsung di lokasi menegaskan, bahwa pola pengelolaan homestay semacam ini jelas menyimpang dari peruntukannya. 

“Homestay seharusnya untuk penginapan sementara bagi wisatawan atau tamu luar kota. Tapi kalau sudah dikemas jam-jaman, itu indikasi kuat mengarah ke praktik mesum,” tegasnya, Rabu (20/8/2025). (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow