Belajar Tazkiyatun Nafs hingga Disiplin Ibadah, Siswa SMAN 9 Surabaya Ikuti Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

Sekitar 700 siswa SMAN 9 Surabaya mengikuti pesantren kilat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, merasakan langsung kehidupan pesantren untuk memperkuat ibadah, akhlak, dan kemandirian selama Ramadhan.

12 Mar 2026 - 18:00
Belajar Tazkiyatun Nafs hingga Disiplin Ibadah, Siswa SMAN 9 Surabaya Ikuti Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah
Siswa SMAN 9 Surabaya mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan dan pesantren kilat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya dengan rangkaian kajian keagamaan serta praktik ibadah berjamaah (Dok. SMAN 9 Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP – Bulan Ramadhan kerap dimanfaatkan oleh berbagai lembaga pendidikan sebagai momentum memperdalam nilai-nilai spiritual melalui kegiatan Pondok Ramadhan atau pesantren kilat. Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kedisiplinan ibadah bagi para pelajar.

Hal itulah yang dilakukan oleh SMAN 9 Surabaya di Ramadan 2026 dengan menggelar kegiatan Pondok Ramadhan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Selama tiga hari, ratusan siswa mengikuti program pesantren kilat dengan berbagai materi keagamaan serta praktik ibadah khas kehidupan pesantren.

Sekitar 700 siswa kelas X dan XI mengikuti kegiatan pesantren kilat yang digelar selama tiga hari secara bergantian. Para siswa tidak hanya mengikuti materi keagamaan, tetapi juga merasakan langsung kehidupan pesantren dengan berbagai aktivitas ibadah dan pembelajaran yang dipandu oleh pengasuh pondok.

Menghadirkan Suasana Pesantren bagi Siswa

Kepala Sekolah SMAN 9 Surabaya, Tri Kurniawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di lingkungan pesantren agar siswa dapat merasakan langsung atmosfer pendidikan khas pondok.

“Yang pertama, kenapa anak-anak kita bawa ke pondok pesantren, agar anak-anak bisa merasakan auranya di pondok itu seperti apa. Kemudian tujuan kami, anak-anak kita ikutkan ke pesantren kilat,” ujar Tri saat dikonfirmasi pada Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan agama, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter melalui pengalaman spiritual selama Ramadhan.

“Yang pertama itu untuk pembersihan jiwa atau tazkiyatun nafs, agar anak-anak memanfaatkan bulan suci dengan memperbanyak zikir, tadarus, dan amaliah yang baik,” katanya.

Selain itu, siswa juga dilatih meningkatkan disiplin ibadah melalui kegiatan seperti sholat berjamaah dan sholat sunnah.

“Kemudian yang kedua untuk peningkatan disiplin ibadah, melatih kemandirian mulai dari menjalankan sholat fardhu berjamaah dan sholat sunnah,” jelasnya.

Tri Kurniawati menambahkan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk akhlak siswa agar memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang ketiga pembentukan anak-anak yang berakhlakul karimah, sehingga nanti ketika kembali ke sekolah atau lingkungannya, mereka bisa menjaga adab kepada orang tua, guru, maupun teman,” ungkapnya.

Ratusan Siswa dan Puluhan Guru Ikut Mondok

Kegiatan Pondok Ramadhan itu diikuti sekitar 700 siswa dari kelas X dan XI yang mengikuti kegiatan secara bergantian selama tiga hari. Tidak hanya siswa, sebanyak sekitar 70 guru dari SMAN 9 Surabaya juga ikut terlibat dan mendampingi kegiatan tersebut.

“Guru-gurunya terlibat semua, sekitar 70 guru kita libatkan dan dibagi dua tahap untuk membantu kegiatan sekaligus ikut kegiatan. Jadi bapak-ibu guru juga ikut mondok di sini,” tutur Tri.

Ia menambahkan, seluruh materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh pihak pesantren sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar langsung dari para pengasuh pondok.

“Tapi untuk seluruh materi dari pihak pondok, jadi ada materi-materi khusus yang disampaikan oleh pengasuh pesantren,” katanya.

Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa.

“Harapan kami semoga anak-anak menjadi anak-anak yang beradab, berakhlakul karimah, mandiri, dan bisa membersihkan diri, hati, serta pikirannya menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Perpaduan Materi Pengetahuan dan Praktik Ibadah

Sementara itu, Kepala Bagian Pendidikan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Fathur Rozi, menyampaikan rasa bangganya karena pesantren tersebut dipercaya menjadi lokasi kegiatan Pondok Ramadhan bagi siswa SMAN 9 Surabaya.

“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan senang sekali para santri SMA N 9 Surabaya melakukan kajian Pondok Ramadan di pondok kami,” ujarnya.

Fathur Rozi memaparkan bahwa selama pesantren kilat tersebut berlangsung, kegiatan akan dirancang dengan dua komponen utama, yakni pembelajaran pengetahuan keagamaan dan praktik ibadah.

“Ada dua kegiatan besar yang kita petakan, pertama kegiatan pengetahuan dan kedua kegiatan keterampilan,” jelas kabag yang menaungi jenjang pendidikan Raudhatul Athfal, Ma’had Aly dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Jamiah itu.

Dalam sesi pengetahuan, para siswa mendapatkan materi mengenai fikih thaharah atau tata cara bersuci, baik secara lahiriah maupun batiniah.

“Di pondok ini bukan hanya thaharah secara dhohir seperti wudhu dan mandi besar, tetapi juga thaharah batin, bagaimana hati kita disucikan melalui zikir dan wirid,” katanya.

Selain itu, para siswa juga mendapatkan materi tentang akhlak dan tanggung jawab manusia terhadap Tuhan, sesama manusia, hingga lingkungan.

“Nanti ada materi akhlak tentang tanggung jawab kepada Allah, kepada manusia, kepada orang tua, dan kepada alam sekitar,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihak pesantren juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai bahaya minuman keras, narkotika (Mirasantika) untuk peningkatan kualitas kemampuan berpikir.

“Tiga materi itu akan disampaikan oleh para asatidz pondok,” ujarnya.

Selain pembelajaran teori, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan praktik ibadah seperti sholat berjamaah, tarawih, hingga ibadah qiyamul lail di sepertiga malam.

“Para santri nanti diajak bersama-sama sholat berjamaah, sholat tarawih, dan malamnya ditutup dengan qiyamul lail,” kata Fathur Rozi.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan pesantren kilat seperti yang diikuti SMAN 9 Surabaya merupakan bagian dari program Ramadhan yang rutin diselenggarakan di pesantren tersebut.

“Pesantren kilat itu macam-macam, ada yang setengah bulan, ada yang beberapa hari seperti kegiatan dari sekolah-sekolah,” jelasnya.

Mengenal Pesantren dengan Ribuan Santri

Sebagai salah satu pesantren besar di Surabaya, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya memiliki ribuan santri yang menempuh pendidikan dari berbagai jenjang.

“Total santri yang mukim di sini sekitar 3.000 orang, dan yang tidak mukim sekitar 2.000, jadi totalnya sekitar 5.000 santri putra dan putri,” ungkap Fathur Rozi.

Ia berharap kerja sama antara pesantren dan lembaga pendidikan seperti SMAN 9 Surabaya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi para siswa.

“Mudah-mudahan dengan kerja sama yang baik ini mampu memberikan kontribusi yang baik dan kemanfaatan bagi para siswa,” katanya.

Dengan mengikuti Pondok Ramadhan di lingkungan pesantren, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai kehidupan pesantren yang menekankan kedisiplinan, spiritualitas, serta pembentukan akhlak mulia. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow