Beda Versi Soal Penghentian Operasional SPPG Panen Resto di Tulungagung

Satgas MBG Tulungagung, menyebut penutupan sementara itu dipicu karena ahli gizi dan akuntan, mengundurkan diri. Namun pernyataan tersebut tidak sinkron dengan statemen dari pihak SPPG Panen Resto yang menyatakan tidak ada satu pun tim kerja mereka yang mengundurkan diri.

29 Sep 2025 - 20:16
Beda Versi Soal Penghentian Operasional SPPG Panen Resto di Tulungagung
Kendaraan distribusi MBG terparkir di halaman SPPG Panen Resto di Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Polemik terkait penghentian sementara layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panen Resto masih menyisakan perbedaan pendapat antara Satgas MBG dengan pihak pengelola.

Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Agus Suswantoro, menyebut penutupan sementara itu dipicu adanya persoalan internal, dimana dua tenaga kunci, yakni ahli gizi dan akuntan, mengundurkan diri.

"Ya, (SPPG) Panen Resto, setelah kami cek, (operasional) dihentikan sementara karena ada miskomunikasi di internal sehingga menyebabkan ahli gizi dan akuntannya mengundurkan diri. Padahal untuk melaksanakan MBG kan dua staf inti ini kan harus ada," ujarnya, Senin (29/9/2025).

Agus menegaskan, keberadaan dua tenaga tersebut mutlak dalam struktur organisasi SPPG. Ahli gizi berperan memastikan pemenuhan kebutuhan makanan yang sehat dan seimbang, sementara akuntan bertanggung jawab mengelola aspek keuangan, termasuk pengajuan anggaran ke Badan Gizi Nasional (BGN).

"Padahal untuk pelaksanaan MBG, pioner ini kan harus ada. Kalau ahli gizi dan akuntannya mengundurkan diri, otomatis tugas pelayanan MBG oleh SPPG tidak bisa dijalankan," tambahnya.

Namun, pernyataan itu dibantah Kepala SPPG Panen Resto, Robby Hananto. Ia menegaskan bahwa seluruh tim, termasuk tenaga ahli gizi dan akuntan, masih lengkap dan siap bekerja jika izin operasional diberikan kembali.

"Tidak benar itu. Tim kami lengkap, ahli gizi dan akuntan masih ada dan siap (bertugas) apabila izin operasional SPPG diberikan," tegas Robby saat dikonfirmasi di SPPG Panen Resto.

Robby menambahkan, sejak awal tim SPPG Panen Resto berjumlah 50 orang. Dari jumlah itu, tiga orang merupakan tim manajerial yang terdiri dari kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan, serta 47 relawan.

"Saat ini kami masih menyempurnakan tata ruang dan kelengkapan sarana dapur karena ada beberapa evaluasi dari pihak BGN (Satgas MBG). Sekarang sedang proses perbaikan dan penyempurnaan," jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa Panen Resto akan segera beroperasi kembali.

"Diperkirakan pelayanan kembali dilakukan pada 13 Oktober 2025," kata Robby.

Sementara itu, Agus Suswantoro menegaskan bahwa Panen Resto tetap masuk dalam rencana pembentukan 80 dapur SPPG di Kabupaten Tulungagung hingga akhir 2025.

Izin operasionalnya akan segera diberikan apabila prasyarat organisasi internal telah dilengkapi kembali. (*)

Editor: Rizqi ArdianĀ 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow