Bank Jatim Dorong Swasembada Gula lewat KUR Khusus Petani Tebu Jawa Timur

Pencapaian target swasembada gula nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) resmi meluncurkan skema Kredit Usaha Rakyat Khusus (KUR Khusus) untuk klaster petani tebu melalui kolaborasi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) selaku penyalur pembiayaan.

06 May 2025 - 17:13
Bank Jatim Dorong Swasembada Gula lewat KUR Khusus Petani Tebu Jawa Timur
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya KUR Khusus petani tebu sebagai alat percepatan transformasi ekonomi petani, dengan manfaat ekonomi berantai (multiplier effect) yang luas. (Foto: Humas Bankjatim for SJP)

BONDOWOSO, SJP—Dalam rangka mempercepat pencapaian target swasembada gula nasional, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) resmi meluncurkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus untuk klaster petani tebu.

Program ini digelar melalui kolaborasi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) selaku penyalur pembiayaan.

Peluncuran program berlangsung di Kebun Tebu Prajekan, Bondowoso, dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Utama SGN Mahmudi, serta Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim, Edi Masrianto, Selasa (6/5/2025).

“Bank Jatim sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, termasuk ketahanan pangan dan swasembada gula. Kami ingin membantu petani tebu naik kelas dan lebih sejahtera,” ujar Edi Masrianto.

Menurut Edi, Bank Jatim menyalurkan KUR Khusus sebagai bagian dari strategi penguatan sektor perkebunan, khususnya tebu, sekaligus meningkatkan akses petani terhadap pembiayaan murah dan pendampingan teknis.

"Kami ingin memastikan petani mendapatkan akses pembiayaan yang mudah dan inklusif. Kemitraan strategis dengan SGN ini bertujuan membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan,” tambahnya.

Kinerja Bank Jatim juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2024, perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 16,98 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui rata-rata nasional yang sebesar 10,39 persen, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Portofolio kredit produktif Bank Jatim tercatat mencapai Rp29,65 triliun, naik 25,88 persen dibanding tahun sebelumnya. Segmen mikro tumbuh 23,34 persen, ritel dan menengah naik 68 persen, dan segmen korporasi tumbuh 1,28 persen. Dari total itu, penyaluran KUR mencapai Rp5,61 triliun, sementara produk Jatim Mikro sebesar Rp3,32 triliun.

Gubernur Khofifah menekankan pentingnya KUR Khusus Petani Tebu sebagai alat percepatan transformasi ekonomi petani, dengan manfaat ekonomi berantai (multiplier effect) yang luas.

“Gunakan KUR ini untuk usaha produktif, bukan konsumtif. Misalnya, untuk pengadaan bibit unggul, pupuk organik, insektisida ramah lingkungan, dan alat pertanian modern. Keberhasilan tidak hanya diukur dari kuantitas gula, tapi juga kualitas dan keberlanjutan,” ujarnya.

Khofifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur merupakan produsen gula terbesar di Indonesia. Produksi tebu pada 2024 mencapai 16,69 juta ton dari area seluas 238.135 hektare, menyumbang sekitar 50 persen dari total produksi nasional. Dari angka itu, dihasilkan 1,26 juta ton gula kristal putih.

“Ini menegaskan peran strategis Jawa Timur sebagai penyangga utama pasokan gula nasional,” katanya.

Skema KUR Khusus Petani Tebu menawarkan bunga tetap 6 persen, dengan fleksibilitas pembiayaan ulang untuk kebutuhan peremajaan kebun (hingga 25 tahun) serta dukungan adopsi varietas unggul guna meningkatkan rendemen dari rata-rata 7 persen menjadi 8–9 persen.

Khofifah pun mengimbau semua pihak, termasuk perbankan dan Dinas Perkebunan se-Jawa Timur, untuk memastikan penyaluran pembiayaan merata dan cepat.

“Saya harap Bank Jatim sebagai pelopor program ini dapat menjalankan penyaluran KUR secara cepat, transparan, dan tepat sasaran. Jangan sampai ada petani yang tertinggal,” tegasnya. (***)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow