Banjir Industri di Gresik Utara: Warga Diajak Bersiap Hadapi Perubahan Ekonomi dan Sosial

Pesatnya pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memantik perhatian sejumlah pihak terkait dampak yang akan ditimbulkan. Untuk menghadapi peluang dan tantangan tersebut, warga diajak meningkatkan wawasan, kesadaran, serta memperkuat solidaritas internal.

21 May 2026 - 15:00
Banjir Industri di Gresik Utara: Warga Diajak Bersiap Hadapi Perubahan Ekonomi dan Sosial
Ngopi dan Opini Gresik" yang diselenggarakan oleh Lokal Media Network di Paddock Cafe, Desa Abar-Abir, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Rabu (20/5/2026) malam. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Pesatnya pertumbuhan industri di wilayah utara Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diprediksi akan membawa perubahan besar pada sektor ekonomi hingga kondisi sosial masyarakat setempat.

Dalam menghadapi peluang dan tantangan tersebut, warga diajak meningkatkan wawasan, kesadaran, serta memperkuat solidaritas internal.

Pesan ini mengemuka dalam diskusi bertajuk "Ngopi dan Opini Gresik" yang diselenggarakan oleh Lokal Media Network di Paddock Cafe, Desa Abar-Abir, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Rabu (20/5/2026) malam.

"Outputnya adalah bagaimana nantinya pertumbuhan industri bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Ini yang menjadi target utama, karena sejauh ini yang kita rasakan bersama adalah keberadaan industri faktanya belum cukup mampu mengangkat ekonomi masyarakat lokal,” kata Tim Lokal Media Network, Akhmad Sutikon.

Sutikon menerangkan, alasan menggelar diskusi agar memberi wawasan sekaligus duduk bersama seluruh kalangan termasuk anak muda agar mempersiapkan diri. 

Ia berharap, masyarakat agar bisa cepat mengambil peran di tengah pertumbuhan industri yang begitu cepat.

“Gagasan diskusi ini sebagai sarana berdialog dan saling bertukar gagasan. Sehingga menjadi stimulus bagi semua pihak untuk mempersiapkan diri menghadapi pertumbuhan industri yang begitu cepat terutama di wilayah Gresik Utara,” jelasnya. 

Menurut dia, banyak hal yang dibahas dalam diskusi, mulai pertumbuhan investasi, multiplier effect perusahaan terhadap kesejahteraan warga sekitar, hingga peluang tenaga kerja lokal.

Mendatangkan dua narasumber kompeten yakni Santi Wahyu Lestari dari Bidang Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik dan Fajar Rubianto dari Pemerhati Sosial, diskusi berlangsung gayeng dan interaktif, diskusi ini diharapkan menjadi bahan kajian yang mendalam sekaligus bisa menjadi wadah menampung gagasan masyarakat berbagai kalangan.

“Tentu kami butuh partisifasi aktif dari seluruh komponen masyarakat. Rencananya tiap bulan kami akan menggelar diskusi di tiap kecamatan di wilayah Gresik Utara, dengan tema, narasumber, serta peserta yang berbeda,” pungkasnya. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow