Banjir di Jombang Rendam 530 Hektare Sawah Petani
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang sampai tanggal 24 Januari 2025 ada sekitar 530 hektar lahan padi petani terdampak banjir. Titik persebaran mencakup 7 kecamatan di Kabupaten Jombang.
JOMBANG, SJP - Selama banjir menerjang Kabupaten Jombang sejak 9 Desember 2024 sampai minggu ketiga Januari 2025 berdampak serius terhadap tanaman padi petani di sawah.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, sampai tanggal 24 Januari 2025 ada sekitar 530 hektare lahan padi petani terdampak banjir. Titik persebaran mencakup 7 kecamatan di Kabupaten Jombang.
Di Kecamatan Kesamben luas sawah terdampak mencapai 427 hektare paling luas menyusul banjir yang terjadi lebih dari sepekan akibat luapan sungai Afvour Watudakon. Dua Desa terdampak, yakni Desa Jombok dan Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben.
Menyusul Kecamatan Sumobito dengan luas sawah terdampak mencapai 40 hektar, Kecamatan Megaluh 25 hektare, Kecamatan Bandarkedungmulyo seluas 23 hektar, Kecamatan Tembelang 8 hektare dan terakhir Kecamatan Ngoro seluas 2,5 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much Rony, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, sudah ada evaluasi terkait sawah tanaman padi yang terdampak banjir.
"Kami evaluasi, kami data rendaman itu umur tanaman padi berapa minggu, berapa hari, umur tanamannya kita evaluasi dulu dan kami pastikan," kata Rony dalam pesan diterima wartawan, Sabtu (25/1/2025).
Dilihat terlebih dahulu, sawah terendam banjir apakah petak pembibitan atau petak yang sudah ditanam. Hasil pengamatan ini menjadi penentu penerapan pemberian bantuan.
"Jadi kalau masih dalam kondisi bibit, terendam dan mati tidak ada stimulan diganti," ungkapnya.
Beda halnya dengan bibit padi yang sudah ditanam, perpindahan dari penyemaian bibit padi ke petak tanam, baik itu berusia 2 atau 3 minggu serta dipastikan mati karena genangan banjir akan dibantu pemerintah.
"Akan ada stimulan dari pemkab 25 kilogram benih padi per hektar untuk ditanam tahun ini atau tahun berikutnya," terangnya.
Bantuan tidak begitu saja diberikan, tetap melalui proses dan tidak langsung turun. Tetap saja dinas terkait tetap melakukan penyediaan mengingat untuk saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang tidak mempunyai stok.
Rony membeberkan selain Pemkab, Pemerintah Desa (Pemdes) bisa turut memberikan bantuan ke petani terdampak. Mengenai sumber alokasi pendanaan bisa melalui dana desa (DD).
"Dana desa masuk nomenklatur untuk biaya ketahanan pangan. Seperti di Turipinggir, Kecamatan Megaluh, sudah ada pembagian pupuk non subsidi dari desa. Bibit boleh, pupuk juga boleh," tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

