Banjir di Jember Sebabkan Saluran PDAM Tersumbat, Pelanggan Diminta Hemat Air
Cuaca buruk itu masih berpotensi mengundang hujan deras dan menyebabkan banjir jilid berikutnya.
JEMBER, SJP - Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Jember belakangan ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember beserta masyarakat harus bekerja ekstra.
Banjir tidak menerpa pemukiman warga, hujan deras yang melanda selama sepekan terakhir ini, membuat Sungai Bedadung dan Sungai Jompo meluap dan cenderung menyisakan sampah.
Akibatnya, volume debit air dan kuatnya arus mengakibatkan meningginya endapan sedimentasi sungai. Pendangkalan sungai pun terjadi karena penumpukan lumpur tanah dan sampah rumah tangga.
Kondisi itu akhirnya berdampak buruk pada layanan penyediaan air bersih. Akibatnya, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tegal Besar milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pandhalungan tidak berfungsi optimal.
Bahkan, saluran air tersumbat oleh lumpur dan sampah hingga masuk ke dalam pompa pada mesin produksi air bersih. Kondisi itu membuat air tidak mengalir. Bahkan mengalir pun berupa air keruh. Situasi ini menjadi atensi masyarakat.
Direktur Utama Perumdam Tirta Pandhalungan, Yudho Radityo Utomo mengaku telah mengambil sejumlah tindakan untuk mengatasi dampak buruk akibat banjir tersebut. Pembersihan dan perbaikan tengah dilakukan.
"Tim telah siaga di lokasi sejak luapan sungai pertama pada tanggal 19 Desember yang mengakibatkan tiga IPA kami tumbang. Yaitu di Wirolegi, Pakusari dan Tegal Besar. Tapi dapat kami pulihkan," ucapnya, Jumat (27/12/2024).
Pihaknya juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember untuk melakukan pembersihan bekas banjir. Mulai dari lumpur endapan air dan sampah rumah tangga yang berserakan.
Lebih lanjut, Yudho mengimbau para pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar berhemat air. Bila memiliki tandon, maka diharapkan mencadangkan air. Sebab, hujan deras masih berpotensi terjadi dan menyebabkan banjir.
Pelanggan juga diminta rajin menjemput informasi terkini dari Perumdam Tirta Pandhalungan melalui media sosial. Bagi warga terdampak banjir, Perumdam akan menyuplai kebutuhan air bersih melalui mobil tangki.
"Silakan sampaikan keluhan pada kontak customer service untuk dapat kami identifikasi penanganan prioritas air tangki," jelas Yudho.
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Khususnya dalam menjaga kebersihan di sepanjang aliran Sungai Bedadung dan Sungai Jompo.
Diketahui, secara teknis, IPA Tegal Besar berkapasitas 60 liter per detik. Luas cakupan layanannya kurang lebih 7.000 rumah di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
IPA tersebut terletak di bantaran Sungai Bedadung. Persis berada di titik pertemuan Sungai Bedadung dan Sungai Jompo. Secara tangkapan debit air, lokasi tersebut sangat ideal. Namun, memiliki kelemahan ketika terdampak banjir.
"Jangan buang sampah di sungai. Karena dampaknya akan kembali ke masyarakat itu sendiri," imbau Yudho. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

