Balita Dua Tahun di Probolinggo Hilang Misterius, Diduga Terseret Arus Sungai

Kendati penyisiran telah dilakukan hingga larut malam di sepanjang pinggiran sungai, keberadaan korban belum juga ditemukan. Operasi pencarian sempat terkendala oleh minimnya jarak pandang dan risiko keselamatan petugas di lapangan akibat medan yang gelap.

04 Feb 2026 - 09:34
Balita Dua Tahun di Probolinggo Hilang Misterius, Diduga Terseret Arus Sungai
Petugas dan warga melakukan pencarian balita 2 tahun hilang di sungai Probolinggo. (Foto: BPBD for SJP)

PROBOLINGGO, SJP — Suasana duka menyelimuti Dusun Polai, Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, menyusul hilangnya seorang balita laki-laki bernama Arsya (2) secara misterius. 

Hingga Rabu (4/2/2026) pagi, tim gabungan masih melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Bayeman, titik di mana korban diduga terpeleset dan hanyut terbawa arus.

Insiden ini terjadi pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban terakhir kali terlihat mengenakan kaos singlet dan celana pendek sebelum dinyatakan hilang dari pengawasan. 

Dugaan bahwa korban jatuh ke sungai diperkuat oleh posisi terakhir Arsya yang berada di sekitar bantaran sungai yang saat itu memiliki arus cukup deras.

Merespons laporan darurat warga RT 05/RW 01 Desa Sumendi, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Probolinggo segera menerjunkan personel ke lokasi. 

Selain melakukan asesmen, BPBD juga berkoordinasi dengan Polsek Tongas dan Polres Probolinggo Kota guna memetakan koordinat pencarian.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Syarif, menjelaskan bahwa fokus penyisiran diarahkan pada area-area dengan hambatan alami, seperti tumpukan sampah sungai dan rumpun bambu.

"Saat ini tim reaksi cepat tengah melakukan penyisiran di area dangkal dan tumpukan rumpun bambu. Kami menduga korban mungkin tersangkut di area-area yang memiliki hambatan fisik tersebut," jelas Oemar.

Kendati penyisiran telah dilakukan hingga larut malam di sepanjang pinggiran sungai, keberadaan korban belum juga ditemukan. Operasi pencarian sempat terkendala oleh minimnya jarak pandang dan risiko keselamatan petugas di lapangan akibat medan yang gelap.

"Hingga laporan terakhir, belum ada tanda-tanda penemuan korban. Namun, kami telah memperkuat koordinasi dengan Basarnas dan relawan SAR untuk langkah selanjutnya," tambahnya.

Operasi pencarian di dalam air sempat dihentikan sementara pada Selasa malam demi pertimbangan teknis, namun petugas tetap disiagakan di lokasi untuk pemantauan situasional. 

Pencarian skala besar yang melibatkan Basarnas dijadwalkan kembali berlanjut pagi ini dengan jangkauan penyisiran yang diperluas dari titik awal kejadian hingga ke arah hilir sungai.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat di sepanjang aliran sungai untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban, serta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu kenaikan debit air sungai secara tiba-tiba. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow