Siswi SMP di Surabaya Dibully Hingga Depresi, Orang Tua Lapor Polisi
Kasus yang sempat viral di media sosial ini kini tengah memasuki tahap penyidikan oleh aparat penegak hukum.
SURABAYA, SJP — Dunia pendidikan di Kota Surabaya kembali diguncang aksi kekerasan remaja. Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) berinisial CA (13) dilaporkan menjadi korban bullying atau perundungan yang dilakukan oleh delapan rekan sekolahnya.
Kasus yang sempat viral di media sosial ini kini tengah memasuki tahap penyidikan oleh aparat penegak hukum.
Insiden memilukan itu terjadi pada 30 Desember 2025. Dalam rekaman video yang beredar luas, korban tampak dikerumuni dan mendapatkan tindakan kekerasan secara bergantian.
Berdasarkan bukti visual dan laporan kepolisian, CA mengalami rentetan kekerasan fisik berupa tamparan serta pukulan di bagian kepala.
Selain luka fisik, korban juga mengalami intimidasi verbal saat berada dalam kondisi tak berdaya. Dampak dari kejadian ini, CA dilaporkan mengalami memar pada bagian pelipis dan kepala bagian belakang, trauma mendalam, gejala depresi, hingga gangguan tidur (insomnia).
Kasus yang semula dilaporkan ke Polsek Simokerto pada 1 Januari 2026 ini, kini resmi ditarik ke unit khusus untuk penanganan lebih lanjut.
"Penanganannya telah dilimpahkan ke Satres PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) serta PPO Polrestabes Surabaya karena melibatkan anak di bawah umur. Saat ini, penyidik masih memeriksa 12 orang saksi untuk mendalami kronologi serta peran masing-masing pihak," ujar Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, Selasa (3/2/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi pengeroyokan tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas terkait telah menerjunkan tim untuk memberikan pendampingan psikologis guna memulihkan kondisi mental korban. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

