Bakesbangpol dan PWI Tulungagung Bagikan 100 Bendera Merah Purih di Pasar Wage
Bendera Lusuh Diganti Baru, Pedagang dan Pengunjung Antusias. Hanya dalam beberapa menit bendera habis terbagikan.
TULUNGAGUNG, SJP - Deretan kios di sisi barat Pasar Wage, Tulungagung, Sabtu (9/8/2025) pagi, tampak lebih semarak. Bendera Merah Putih yang sebelumnya lusuh dan pudar kini berganti baru, berkibar gagah menyambut momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Program ini digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tulungagung bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulungagung. Sebanyak 100 bendera dibagikan gratis kepada para pedagang.
Sebelum pelaksanaan, pihak penyelenggara melakukan survei dan mendapati banyak bendera yang sudah usang, bahkan robek, masih terpasang di depan kios.
Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Bakesbangpol Tulungagung, Agus Prihadi, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap negara.
"Tujuannya agar masyarakat membangkitkan rasa nasionalisme, bela negara, juga kebanggaan terhadap kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan, pembagian bendera di bulan Agustus menjadi momen tepat untuk mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap simbol negara. Menurutnya, penggantian bendera yang rusak atau lusuh bukan hanya soal estetika, tetapi juga bentuk penghormatan kepada perjuangan para pahlawan.
Sementara itu ketua PWI Tulungagung, Wiwieko Dharmaidiningrum, menuturkan pembagian bendera ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilakukan setiap Agustus. Tahun lalu, kegiatan serupa dilakukan di Kampung Pemulung, Kelurahan Kutoanyar, sementara tahun ini menyasar Pasar Wage.
"Kami lihat kemarin banyak bendera yang lusuh dan pemiliknya belum punya pengganti. Akhirnya kami datang ke sini, membagikan bendera untuk pedagang dan pengunjung pasar. Harapannya, masyarakat ikut guyub dan bangga memasang bendera di Hari Kemerdekaan," katanya.
Di sisi lain salah satu pedagang, Adi Sunaryo, mengaku bersyukur mendapatkan bendera baru. Ia tak menampik bahwa bendera yang ia pasang sudah tiga tahun tidak pernah dicuci atau diganti.
"Karena lokasinya di pasar, bendera tidak pernah dicuci dan akhirnya lusuh. Terima kasih kepada PWI yang sudah mengganti dengan bendera baru," ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Sejak pagi, pedagang dan pengunjung langsung mendekati tim pembagi bendera. Hanya dalam hitungan menit, 100 bendera yang disiapkan pun ludes terbagi, bahkan ada yang meminta lebih untuk dipasang di rumah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol dan PWI Tulungagung berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga di pasar-pasar tradisional yang menjadi denyut ekonomi masyarakat.
Kehadiran bendera-bendera baru di Pasar Wage diharapkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah hasil perjuangan bersama yang wajib dijaga dengan rasa cinta tanah air. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

