Bakar Sampah untuk Usir Nyamuk, Rumah dan Kandang Ternak di Tulungagung Ikut Terbakar

Data kerugian yang dihimpun meliputi enam ekor kambing, perabot rumah tangga, uang tunai sekitar Rp8 juta, gabah kurang lebih satu ton, pupuk padi, serta kerusakan pada bangunan rumah dan kandang. Total kerugian material menurut pemilik rumah diperkirakan mencapai Rp90 juta.

10 Jun 2026 - 09:30
Bakar Sampah untuk Usir Nyamuk, Rumah dan Kandang Ternak di Tulungagung Ikut Terbakar
Petugas Damkar Tulungagung saat memadamkan api di lokasi kebakaran. (Foto: Istimewa)

TULUNGAGUNG, SJP - Kebakaran melanda rumah dan kandang ternak milik Mukono (69), warga Dusun Pulo RT 03 RW 01, Desa Picisan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Rabu (10/6/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, sebagian rumah beserta kandang sapi dan kambing hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp90 juta.

Informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di dekat kandang ternak yang dilakukan untuk mengurangi gangguan nyamuk. Namun, api kemudian membesar dan menjalar ke bangunan kandang hingga sebagian rumah korban.

Kasi Evakuasi dan Keselamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 03.55 WIB dan segera mengerahkan petugas ke lokasi.

"Kami menerima laporan kebakaran pada pukul 03.55 WIB. Tim kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 04.05 WIB dan tiba sekitar pukul 04.35 WIB. Sebanyak tiga armada kami kerahkan untuk melakukan pemadaman dan pembasahan," ujar Iwan Supriyono.

Menurut keterangan saksi, api pertama kali diketahui oleh Yateni sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, kobaran api sudah membesar dan membakar kandang ternak kambing serta merembet ke bagian samping rumah yang dihuni Mukono. Warga setempat kemudian berupaya membantu sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Proses pemadaman melibatkan satu unit armada pemadam, dua unit kendaraan penyuplai air, serta satu kendaraan rescue. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pembasahan hingga pukul 05.30 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Api berhasil kami kuasai dan padamkan, kemudian dilakukan pembasahan menyeluruh pada area terdampak," kata Iwan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada sebagian bangunan rumah, kandang ternak, serta sejumlah harta benda milik korban.

Data kerugian yang dihimpun meliputi enam ekor kambing, perabot rumah tangga, uang tunai sekitar Rp8 juta, gabah kurang lebih satu ton, pupuk padi, serta kerusakan pada bangunan rumah dan kandang. Total kerugian material menurut pemilik rumah diperkirakan mencapai Rp90 juta.

Iwan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di area yang berdekatan dengan bangunan maupun bahan mudah terbakar.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api tanpa pengawasan saat membakar sampah. Kondisi angin dan material kering di sekitar lokasi dapat menyebabkan api cepat membesar dan menjalar ke bangunan maupun lahan di sekitarnya," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow