Bahasa Jemberan, Ketika Budaya Jawa dan Madura Bersatu dalam Logat Unik

Bahasa Jemberan, yang merupakan perpaduan antara bahasa Jawa Ngoko dan bahasa Madura, telah menjadi ciri khas masyarakat Jember.

27 Dec 2024 - 23:05
Bahasa Jemberan, Ketika Budaya Jawa dan Madura Bersatu dalam Logat Unik
Jember (foto: GNFI)

JEMBER, SJP - Bahasa Jemberan, yang merupakan perpaduan antara bahasa Jawa Ngoko dan bahasa Madura, telah menjadi ciri khas masyarakat Jember. Penelitian yang dilakukan oleh Septirany, Ftiri, dan Astri, yang dipublikasikan di Sabda Jurnal Sastra dan Bahasa, menjelaskan bahwa bahasa ini lahir dari interaksi intens antara suku Madura dan suku Jawa—dua suku besar di Jember—yang masing-masing memiliki budaya dan bahasa asli.

Asal Usul Ciri Khas Bahasa Jemberan

Bahasa Jemberan dapat dianggap sebagai hasil budaya Pendalungan, yang mencakup wilayah tapal kuda seperti Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan sekitarnya. Dalam kawasan ini, dua budaya besar—Jawa dan Madura—berinteraksi dan menciptakan kebudayaan baru yang unik.

Bahasa ini mulai terbentuk setelah Jember ditetapkan sebagai wilayah administrasi mandiri oleh pemerintah Belanda pada tahun 1883. Pembangunan infrastruktur dan peluang kerja di sektor perkebunan menarik migrasi dari berbagai suku, termasuk suku Jawa dan Madura. Suku Jawa menetap di selatan dan barat Jember, sementara suku Madura mendominasi bagian utara dan timur.

Proses asimilasi dan akulturasi antara kedua etnis ini tidak hanya terjadi dalam budaya, tetapi juga dalam bahasa, melahirkan bahasa Jemberan. Pengaruh pernikahan antar suku juga turut memperkuat terbentuknya bahasa ini.

Penggunaan Bahasa Jemberan

Bahasa Jemberan sering digunakan oleh masyarakat di wilayah tengah Jember, di mana penutur bahasa Jawa dan Madura berada dalam keseimbangan. Daerah seperti Ajung, Kaliwates, dan Jenggawah menjadi contoh kawasan di mana akulturasi budaya berlangsung.

Kosakata dan Keunikan Bahasa Jemberan

Salah satu keunikan bahasa Jemberan adalah penggunaan pengulangan kata yang tidak diucapkan secara lengkap. Selain itu, ada banyak kosakata baru yang tidak ditemukan dalam bahasa Madura atau Jawa. Berikut beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jemberan:

  • Nyi-mut: “Mak nyimut koen turu!” (Kok enak kamu tidur.)
  • Lah-Nyalah: “Jok lah-nyalah, maara!” (Ayolah, jangan mengganggu.)
  • Ku-mlaku: “Ayo wes ku-mlaku bareng aku.” (Ayo sudah jalan-jalan dengan aku.)
  • Crème: “Jok crème keon.” (Jangan cerewet kamu.)
  • Sengak: “Sengak koen yo!” (Awas kamu ya.)
  • Metaoh: “Mak metao koen.” (Kok sok tahu kamu.)

Kesimpulan

Bahasa Jemberan adalah contoh nyata bagaimana dua budaya yang berbeda dapat bersatu dan menciptakan bahasa baru tanpa menghilangkan bahasa asalnya. Keberagaman bahasa dan budaya di Indonesia, termasuk bahasa Jemberan, merupakan kekayaan yang patut kita banggakan dan lestarikan. (*)

sumber: goodnewsfromindonesia.id

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow