Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Jembatan Suramadu, Didominasi Kendaraan Roda Dua

Migrasi tahunan masyarakat Madura ke kampung halaman melalui Jembatan Suramadu selama periode Lebaran telah menjadikan infrastruktur ini sebagai jalur vital.

17 Mar 2026 - 13:00
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Jembatan Suramadu, Didominasi Kendaraan Roda Dua
Perjalanan mudik menuju Madura, yang melintasi jembatan Suramadu. (Beritasatu.com/Imamudin)

SURABAYA, SJP–Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di Jembatan Suramadu, jalur penghubung Surabaya-Madura, terutama bagi pengendara roda dua, pada Selasa (17/3/2026).

Berdasarkan pantauan di pintu masuk Jembatan Suramadu, volume kendaraan roda dua yang menuju Pulau Madura terpantau cukup tinggi. 

Sementara itu, arus kendaraan roda empat dari arah Surabaya menuju Madura terpantau masih relatif lancar.

Migrasi tahunan masyarakat Madura ke kampung halaman melalui Jembatan Suramadu selama periode Lebaran telah menjadikan infrastruktur ini sebagai jalur vital. 

Jembatan ini merupakan satu-satunya akses darat yang menghubungkan Surabaya dengan empat kabupaten di Pulau Madura, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

"Setiap tahun saya pasti pulang ke Madura, bukan cuma untuk bertemu keluarga, tapi juga jadi tradisi tahunan kita orang Madura sebelum hari raya," ujar salah seorang pemudik, Moh Rofi'e.

Jumlah kendaraan di Jembatan Suramadu meningkat signifikan menjelang Idulfitri dengan mayoritas didominasi sepeda motor. Meskipun demikian, arus lalu lintas secara keseluruhan masih relatif lancar.

Kepadatan mulai terjadi setelah pintu keluar Jembatan Suramadu, terutama di ruas jalan utama Kabupaten Bangkalan. 

Peningkatan volume kendaraan menyebabkan terjadinya hambatan lalu lintas di beberapa titik.

Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo, menuturkan bahwa pihak kepolisian telah menyiagakan personel di sejumlah lokasi strategis, khususnya di akses keluar dan masuk Jembatan Suramadu.

Selain itu, kepolisian juga mendirikan pos pantau untuk mengantisipasi potensi kemacetan selama periode mudik Lebaran.

"Pos-pos pengamanan kami siapkan di pusat kota Bangkalan, di jalur selatan Tanah Merah yang rawan macet, dan jalur utara juga kami amankan," ujar Wibowo.

Kabupaten Bangkalan menjadi titik krusial arus mudik menjelang Lebaran karena merupakan pintu gerbang utama menuju Pulau Madura, sehingga sering memicu kepadatan kendaraan.

Guna mengurangi kemacetan, polisi membatasi operasional kendaraan besar di jalur utama. 

Truk dan bus yang tidak mengangkut logistik atau kebutuhan pokok dilarang melintas selama periode mudik.

"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengutamakan keselamatan masyarakat. Harapannya, arus mudik tahun ini dapat berjalan lancar dan aman," tutupnya..

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Paskalis Arakat, Mahasiswa Magang Unitri

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow