Jelang Iduladha, Sapi Terjangkit LSD Ditemukan di Pasar Dimoro Kota Blitar

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap hewan yang diperjualbelikan. Petugas memeriksa suhu tubuh serta kondisi fisik sapi, mulai dari bagian kaki, mulut, hingga kulit guna memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit menular.

06 May 2026 - 15:00
Jelang Iduladha, Sapi Terjangkit LSD Ditemukan di Pasar Dimoro Kota Blitar
Petugas saat menyemprotkan cairan disinfektan. (Foto : Istimewa)

KOTA BLITAR, SJP–Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, pengawasan kesehatan hewan kurban di Kota Blitar semakin diperketat. 

Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar di Pasar Hewan Dimoro pada Rabu (6/5/2026), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menemukan satu ekor sapi terindikasi terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD).

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap hewan yang diperjualbelikan. Petugas memeriksa suhu tubuh serta kondisi fisik sapi, mulai dari bagian kaki, mulut, hingga kulit guna memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit menular.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan bahwa temuan tersebut langsung ditindaklanjuti untuk mencegah penyebaran penyakit ke hewan lain di pasar.

"Saat pemeriksaan, kami menemukan satu ekor sapi yang terindikasi LSD. Kami langsung meminta pedagang untuk membawa pulang sapi tersebut agar tidak menular ke hewan lainnya," kata Dewi, Rabu (6/5/2026).

Selain itu, petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di area sekitar lokasi penemuan guna meminimalkan risiko penyebaran virus. Pasalnya, LSD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus.

"Kami segera melakukan penyemprotan di lokasi sebagai langkah pencegahan," ujarnya.

Dalam sidak tersebut, petugas juga menemukan 16 ekor sapi lainnya mengalami infeksi cacing. Hewan-hewan tersebut langsung diberikan penanganan berupa obat cacing di tempat.

Lebih lanjut, Dewi mengimbau para pedagang agar tidak membawa hewan yang menunjukkan gejala sakit ke pasar.

Hal ini penting untuk mencegah penularan serta menjaga kualitas hewan kurban yang akan dibeli masyarakat.

"Jika ada tanda-tanda sakit, sebaiknya tidak dibawa ke pasar. Ini untuk menjaga kesehatan hewan lainnya dan melindungi konsumen," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow