Aparat Gelar Patroli Skala Besar Pasca Kerusuhan di Blitar
Aparat gabungan menggelar patroli skala besar di Blitar Raya pasca-kerusuhan, memastikan keamanan wilayah, serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi isu yang memecah belah.
BLITAR, SJP — Aparat gabungan menggelar patroli skala besar di sejumlah titik di wilayah Blitar Raya pada Senin (1/9/2025) malam, guna menjaga keamanan setelah terjadinya kerusuhan.
Patroli dilakukan untuk memastikan kondusifitas wilayah, serta menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat setelah aksi penyerangan dan kerusuhan pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Ahad (31/8/2025) dini hari.
Kegiatan patroli dihadiri Kapolres Blitar, Wakapolres Blitar, Kapolres Blitar Kota, Dandim 0808/Blitar, Bupati Blitar, Ketua DPRD, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan, patroli skala besar tersebut tidak sekadar rutinitas. Menurut dia, patroli merupakan langkah strategis untuk memastikan situasi tetap aman, damai, dan terkendali.
“Ini merupakan langkah strategis kami bersama TNI, Pemkab, dan elemen masyarakat untuk memastikan situasi Kabupaten Blitar tetap aman dan kondusif pasca aksi unjuk rasa kemarin,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
“Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa negara hadir untuk menjaga stabilitas keamanan,” tambah AKBP Arif.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah, serta berperan aktif menjaga ketertiban bersama.
“Kami minta warga agar tidak mudah terprovokasi informasi belum jelas, serta selalu mengedepankan komunikasi yang baik. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
“Dengan sinergi dan kerja sama, kita pastikan Blitar tetap damai dan kondusif,” lanjut AKBP Arif.
Bupati Blitar Rijanto turut memberikan apresiasi kepada masyarakat yang menggelar ronda sistem keamanan lingkungan (siskamling). Menurut dia, siskamling penting untuk membangun kesadaran warga menjaga keamanan bersama.
“Melalui kolaborasi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sedini mungkin sehingga Blitar tetap menjadi wilayah yang aman dan damai,” terang dia.
Kerusuhan sebelumnya terjadi di Blitar Raya pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Ahad (31/8/2025) dini hari, ketika massa menyerang Mako Polres Blitar Kota, merusak fasilitas umum, dan membakar kantor DPRD Kabupaten Blitar. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

