Apakah Menonton Mukbang Saat Puasa Membatalkan Puasa?

Menonton mukbang saat puasa sering menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Muslim. Apakah aktivitas tersebut dapat membatalkan puasa? Simak penjelasan hukum menonton mukbang saat Ramadan menurut pandangan ulama.

10 Mar 2026 - 13:52
Apakah Menonton Mukbang Saat Puasa Membatalkan Puasa?
Ilustrasi seseorang sedang melakukan mukbang dengan berbagai makanan laut di atas meja. (Tiktok/@hammy lumy)

JAKARTA, SJP– Puasa merupakan ibadah wajib bagi umat Muslim selama bulan Ramadan. Selain menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, puasa juga mengajarkan umat Islam untuk mengendalikan diri dari berbagai hawa nafsu serta menjaga perilaku agar tetap sesuai dengan nilai-nilai spiritual.

Di era digital saat ini, aktivitas masyarakat tidak lepas dari konsumsi konten di internet. Salah satu jenis konten yang cukup populer adalah video mukbang. Mukbang merupakan konten yang menampilkan seseorang makan dalam porsi besar sambil berbincang atau berinteraksi dengan penonton.

Karena banyak menampilkan makanan yang menggugah selera, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai hukum menonton mukbang saat berpuasa. Sebagian orang khawatir aktivitas tersebut dapat membatalkan puasa atau memengaruhi kualitas ibadah yang dijalankan.

Untuk memahaminya, perlu melihat penjelasan dari sudut pandang fikih serta pandangan para ulama mengenai aktivitas tersebut.

Mengenal Konten Mukbang

Mukbang pertama kali populer di Korea Selatan dan kemudian menyebar ke berbagai negara melalui media sosial. Dalam video mukbang, kreator biasanya menyantap berbagai jenis makanan dalam jumlah besar sambil berbicara kepada penonton atau memberikan ulasan tentang makanan yang dikonsumsi.

Seiring berkembangnya platform digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok, konten mukbang semakin diminati. Banyak kreator membuat berbagai konsep mukbang, mulai dari makanan pedas, makanan viral, hingga kuliner khas daerah.

Bagi sebagian orang, konten ini dianggap menghibur dan bisa menjadi referensi kuliner. Namun bagi orang yang sedang berpuasa, menonton mukbang sering menimbulkan godaan karena makanan yang ditampilkan terlihat sangat menggugah selera.

Hukum Menonton Mukbang Saat Puasa

Para ulama menjelaskan bahwa hukum menonton mukbang saat berpuasa perlu dilihat dari dua sisi, yaitu dari segi sah atau tidaknya puasa serta dari sisi kualitas pahala ibadah.

1. Tidak membatalkan puasa

Secara fikih, menonton video mukbang tidak termasuk dalam hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa tetap sah selama seseorang tidak melakukan tindakan yang secara langsung membatalkan puasa, seperti makan, minum, atau melakukan hubungan suami istri pada siang hari Ramadan.

Melihat makanan melalui layar tidak termasuk kategori makan atau minum. Oleh karena itu, menonton mukbang tidak membuat puasa menjadi batal menurut hukum syariat.

2. Bisa memengaruhi kualitas pahala

Walaupun tidak membatalkan puasa, sebagian ulama mengingatkan bahwa menonton mukbang berpotensi mengurangi kualitas pahala puasa jika dilakukan dengan niat yang tidak tepat.

Jika seseorang menonton mukbang dengan tujuan memancing rasa lapar atau membangkitkan nafsu makan, hal tersebut dapat mengganggu nilai spiritual dari ibadah puasa. Padahal, tujuan puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri serta menjaga hati dan pikiran.

Perspektif Etika dalam Berpuasa

Dalam pandangan sebagian ulama, menonton mukbang saat puasa hukumnya mubah atau boleh dilakukan karena tidak ada larangan langsung dalam syariat.

Namun demikian, aktivitas tersebut dinilai kurang bermanfaat dan dapat memicu rasa lapar yang berlebihan. Oleh karena itu, beberapa ulama menyarankan agar kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari jika dapat mengganggu konsentrasi dalam beribadah.

Puasa sejatinya merupakan latihan spiritual untuk menahan diri dari berbagai godaan duniawi. Jika menonton mukbang justru membuat seseorang lebih tergoda dengan makanan, maka lebih baik mencari aktivitas lain yang lebih positif.

Tips Mengisi Waktu Puasa dengan Bijak

Agar ibadah puasa tetap berkualitas di tengah banyaknya konten digital, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

Memilih konten yang sesuai dengan suasana Ramadan, seperti ceramah atau kajian keagamaan.

Menghindari konten yang dapat memicu rasa lapar atau godaan berlebihan.

Mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, atau belajar.

Melakukan aktivitas produktif yang dapat meningkatkan nilai ibadah.

Secara umum, menonton video mukbang saat puasa tidak membatalkan puasa karena tidak termasuk dalam hal-hal yang dilarang secara langsung dalam syariat. Namun demikian, aktivitas tersebut dapat memengaruhi kualitas pahala jika memicu hawa nafsu atau membuat seseorang sulit menahan diri.

Karena itu, lebih baik mengisi waktu selama Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat agar ibadah puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga memberikan nilai spiritual yang lebih besar.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Febiana Dendo Ngara, Mahasiswa Magang Unitri

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow