Antrean Mengular di SPBU Jember, Pembelian BBM Kini Dibatasi

Pasokan BBM di Jember sempat terhambat karena pembangunan jalan. Harga eceran Pertalite naik. SPBU mulai terisi kembali. Penjualan BBM kini dibatasi untuk mencegah monopoli pembelian.

28 Jul 2025 - 11:15
Antrean Mengular di SPBU Jember, Pembelian BBM Kini Dibatasi
Warga mengantre bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU wilayah Jember selatan setelah pasokan kembali tersedia, menyusul keterlambatan distribusi akibat pembangunan jalan di Gumitir. (Foto: Ulum/SJP)

JEMBER, SJP — Sejumlah warga Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir dibuat kelimpungan karena sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini dipicu kendala pendistribusian serta hambatan lalu lintas di beberapa titik.

Salah satunya terjadi di jalur penghubung Kabupaten Banyuwangi dan Jember yang terkendala pembangunan jalan raya di wilayah Gumitir. Akibatnya, pasokan BBM ke berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami keterlambatan.

Dampaknya, masyarakat terpaksa mencari bensin di toko-toko dengan harga mencapai Rp25.000 per liter, khususnya untuk jenis Pertalite. Padahal, harga normal di toko kelontong biasanya berkisar antara Rp12.000 hingga Rp13.000 per liter.

Namun, berdasarkan pantauan wartawan Suara Jatim Post di wilayah SPBU Jember selatan, pasokan BBM mulai datang kembali. Antrean kendaraan memang sempat mengular, tetapi tidak sampai menimbulkan kemacetan.

“Antre tidak lama, Mas, tapi BBM ada kok. Sudah datang mulai semalam. Ini barusan saya juga beli, tapi ada pembatasan pembelian,” kata Samsul, pedagang di Pasar Baru Kencong, Senin (28/7/2025), di sela-sela antre BBM di salah satu SPBU.

Menanggapi keterlambatan pasokan BBM, seorang manajer SPBU yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa distribusi sudah mulai kembali normal.

“Semalam sudah datang, dan alhamdulillah antrean memang ada, tapi tidak sampai panjang dan menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai alasan pembatasan pembelian BBM, dia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan imbauan dari sales branch manager wilayah Jember, Lumajang, dan Bondowoso.

“Kita dapat imbauan agar dilakukan pembatasan pembelian supaya tidak terjadi monopoli, intinya. Untuk mobil dibatasi pembelian Rp125.000, sedangkan untuk motor maksimal Rp40.000,” jelasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow