Antisipasi Kecelakaan Bus Pariwisata, Dishub Kota Batu Perketat Pengawasan Tiap Weekend
Hendri membeberkan Dishub tidak hanya fokus pada aspek teknis kendaraan, tetapi juga administrasi seperti masa berlaku izin operasional dan uji KIR. Dengan pemeriksaan rutin ini, diharapkan bus pariwisata yang beroperasi di Kota Batu memenuhi standar keselamatan.
KOTA BATU, SJP - Peristiwa dua kecelakaan maut yang melibatkan bus pariwisata hingga menimbulkan korban nyawa, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu untuk memperketat pengawasan kendaraan di wilayahnya tiap akhir pekan, dengan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) di titik kumpul bus pariwisata.
Kepala Dishub Kota Batu, Hendri Suseno pada Jumat (17/1/2025) menjelaskan, langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan kecelakaan, terutama yang disebabkan oleh kendaraan tidak layak jalan.
“Ramp check ini bertujuan untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan serta masyarakat di Kota Batu. Kami tidak ingin ada kejadian fatal akibat kelalaian dalam perawatan kendaraan,” ujarnya.
Langkah ini menjadi perhatian serius setelah kecelakaan tragis pada 8 Januari 2025 yang melibatkan bus pariwisata dari Bali. Di mana, insiden tersebut menewaskan empat orang akibat rem blong dan hasil investigasi mengungkap, bus itu memiliki izin operasional kedaluwarsa sejak 2020 dan uji KIR mati sejak 2023.
Selain itu peristiwa serupa terjadi sepekan setelahnya yang masih berhubungan dengan bus pariwisata, di mana seorang pengendara motor harus meregang nyawa akibat dari kecelakaan yang terjadi di Jalan Dewi Sartika pada Rabu kemarin (15/1/2025).
“Kami belajar dari dua insiden tersebut dan berupaya mencegah hal serupa terjadi di Kota Wisata Batu. Pemeriksaan ini adalah bentuk antisipasi untuk menjauhkan wilayah kami dari kecelakaan yang memicu korban jiwa,” imbuhnya.
Hendri juga membeberkan Dishub tidak hanya fokus pada aspek teknis kendaraan, tetapi juga administrasi seperti masa berlaku izin operasional dan uji KIR. Dengan pemeriksaan rutin ini, diharapkan bus pariwisata yang beroperasi di Kota Batu memenuhi standar keselamatan.
Pengawasan ini akan diakukan dengan konsisten, terutama di akhir pekan saat volume bus pariwisata meningkat dan memastikan setiap kendaraan yang mengangkut wisatawan benar-benar aman.
"Kami mengimbau pengelola bus dan agen pariwisata untuk mematuhi aturan dan melakukan perawatan rutin pada kendaraan mereka. Langkah ini diyakini dapat memberikan rasa aman bagi wisatawan dan menjaga citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

