Angka Prevalensi Stunting Kabupaten Blitar Turun, Dinkes: Belum Sesuai Target

Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Blitar mengalami penurunan. Namun, angka penurunan tersebut belum sesuai dengan target yang ditentukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar.

31 May 2025 - 12:59
Angka Prevalensi Stunting Kabupaten Blitar Turun, Dinkes: Belum Sesuai Target
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Dr. Christine Indrawati. (Foto : Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi balita stunting di Kabupaten Blitar berada di angka 16,1 persen.

Pada tahun 2023, prevalensi stunting berada di angka 20,3 persen, dan itu mengartikan angka prevalensi stunting di Kabupaten Blitar mengalami penurunan.

Meski begitu, angka penurunan stunting di Kabupaten Blitar belum sesuai dengan target yang ditentukan. Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) menargetkan prevalensi stunting di Kabupaten Blitar berada di angka 14 persen.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Dr. Christine Indrawati. Berdasarkan hasil evaluasi, masalah terbesar berada pada pola asuh. Karena masih banyak anak yang belum naik kelas dari stunting, dan bahkan muncul kasus stunting baru.

Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan dengan cara menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan posyandu, forum, kolaborasi lintas sektor dan lain sebagainya.

"Pola pengasuhan yang kurang tepat menjadi penyumbang terbesar kasus stunting. Upaya kami masih tetap sama, salah satunya menggenjot sosialisasi," kata dia, Sabtu (31/5/2025).

Sementara itu, Subko Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, Etti Suryani mengungkapkan, pola asuh orang tua yang kurang tepat, seperti memperbolehkan balita mengkonsumsi makanan minuman yang tidak berkualitas. Seperti, makanan instan, mengandung bahan pengawet, pewarna buatan dan tidak memenuhi standar gizi balita.

Sehingga, perlu adanya edukasi di tingkat keluarga, khususnya pada orang tua. Di mana, orang tua wajib menyediakan dan memberikan makanan sesuai dengan usia anak, menghindari makanan yang meresahkan kesehatan dan makanan yang dikonsumsi harus memiliki nilai gizi yang seimbang.

"Perlu kerja sama dari semua pihak dalam rangka penanganan stunting. Karena kondisi ini tidak hanya terjadi di Blitar saja, tapi juga daerah lain," tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow