Angka Perceraian di Kota Batu Mulai Menurun, Kemenag Soroti Peran Gadget dalam Keretakan Rumah Tangga

Secara keseluruhan, tren penurunan angka perceraian di Kota Batu pada 2025 menjadi indikasi bahwa program pembinaan keluarga yang dijalankan Kemenag mulai efektif, namun kesadaran pasangan untuk memperbaiki pola komunikasi dan penggunaan teknologi tetap menjadi kunci.

06 Nov 2025 - 23:08
Angka Perceraian di Kota Batu Mulai Menurun, Kemenag Soroti Peran Gadget dalam Keretakan Rumah Tangga
Proses perceraian di pengadilan agama (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Angka perceraian di Kota Batu menunjukkan tren penurunan pada 2025. Data Kementerian Agama Kota Batu mencatat, hingga Agustus 2025 terbit 224 akta cerai gugat dan 71 akta cerai talak. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 298 cerai gugat dan 106 cerai talak.

Kepala Kemenag Kota Batu, H Moh Zainal Arifin pada Kamis (6/11/2025) menegaskan penyebab perceraian tetap menjadi perhatian serius karena sembilan puluh persen perceraian bukan karena faktor ekonomi, tapi karena handphone.

"Ketertutupan komunikasi, ketidakpuasan emosional dan fisik, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi pemicu utama retaknya pernikahan," paparnya.

Oleh sebab itu, ia menilai peningkatan pemahaman berumah tangga mulai berdampak positif terhadap penurunan angka perceraian sehingga beragam program terus dilakukan, di antaranya bimbingan pra nikah di KUA bagi calon pengantin serta edukasi literasi keuangan rumah tangga. 

Salah satunya seperti penekankan lima fondasi penting agar keluarga tetap harmonis: membangun komunikasi efektif, menjaga keseimbangan dunia dan akhirat, pembagian tugas yang jelas, menjaga kualitas waktu bersama, serta mengelola konflik secara bijaksana.

“Kita juga aktif melaksanakan berbagai sarasehan pembinaan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah di seluruh wilayah Kota Batu. Dan kami memastikan ini akan berjalan secara kontinyu," imbuhnya..

Penurunan angka perceraian ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pembinaan keluarga yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil meskipun ada tantangan baru yakni perilaku penggunaan handphone yang memicu konflik, masih harus dikendalikan agar ketahanan keluarga di Kota Batu tetap terjaga. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow