Angka Kehamilan Remaja di Kota Batu Masih Tinggi, Dinkes Gencar Edukasi Kesehatan Reproduksi

Selain guru, Dinkes juga mendorong keterlibatan orang tua, masyarakat, hingga tokoh komunitas seni dan budaya untuk ikut aktif dalam edukasi kesehatan reproduksi. Edukasi ini dinilai penting bukan hanya untuk mencegah kehamilan dini, tetapi juga bagian dari upaya menekan kasus stunting.

27 Aug 2025 - 20:31
Angka Kehamilan Remaja di Kota Batu Masih Tinggi, Dinkes Gencar Edukasi Kesehatan Reproduksi
Ilustrasi kehamilan remaja (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Angka kehamilan pada usia remaja di Kota Batu, Jawa Timur masih terbilang tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat sepanjang 2024 terjadi 43 kasus kehamilan remaja dengan 111 kasus persalinan usia remaja.

Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu Susana Indahwati pada Rabu (27/8/2025) menambahkan tren ini belum mereda, sebab hingga April 2025 sudah ditemukan 31 kasus kehamilan serta 21 kasus persalinan pada remaja.

"Kondisi tersebut dinilai mengkhawatirkan. Bahkan, Dinkes mencatat kasus kehamilan termuda terjadi pada anak usia 14 tahun. Tidak bisa dibayangkan, anak usia 14 tahun sudah melahirkan bayi,” ungkapnya.

Menurutnya, tingginya kasus ini dipicu minimnya perhatian orang tua, lemahnya pengawasan, serta masih kuatnya anggapan tabu terhadap edukasi seksual. Akibatnya, remaja mencari informasi secara mandiri dari media sosial atau lingkungan pergaulan yang justru berpotensi menyesatkan.

Untuk menekan kasus tersebut, Dinkes Kota Batu menggencarkan langkah preventif dengan menggandeng guru-guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dimana para guru UKS tingkat SMP dan SMA dibekali strategi memberikan konseling serta pendampingan khusus bagi remaja.

β€œGen Z tidak bisa diperlakukan dengan cara lama. Edukasi kesehatan reproduksi harus diberikan dengan pendekatan setara, sebagai sahabat, bukan sebagai guru atau orang tua. Harapannya, intervensi sejak dini ini bisa melahirkan generasi masa depan yang sehat, berkualitas, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow