Angin Puting Beliung Terjang Driyorejo Gresik, 75 Rumah Rusak
Di perumahan De Naila, tercatat sebanyak 40 unit rumah mengalami rusak ringan dan 17 unit rumah mengalami rusak sedang. Sementara, di perumahan Multi Graha Persada, tercatat 12 unit rumah mengalami rusak ringan dan di perumahan De Naila Garden, tercatat ada 5 unit rumah rusak ringan dan 1 unit rumah rusak sedang.
GRESIK, SJP — Bencana hidrometeorologi berupa angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, pada Senin (2/2/2026) petang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mencatat sedikitnya 75 rumah warga mengalami kerusakan serta sejumlah pohon tumbang akibat fenomena cuaca ekstrem tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, mengungkapkan bahwa titik kerusakan terkonsentrasi di tiga kawasan perumahan yang berada di Desa Mojosari Rejo.
"Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan hingga siang ini, terdapat 75 rumah terdampak yang tersebar di tiga perumahan di Desa Mojosari Rejo. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap yang terlepas akibat kencangnya hembusan angin," ujar Sukardi saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan data teknis BPBD Gresik, sebaran kerusakan di lokasi terdampak adalah perumahan De Naila, tercatat sebanyak 40 unit rumah mengalami rusak ringan dan 17 unit rumah mengalami rusak sedang.
Sementara, di perumahan Multi Graha Persada, tercatat 12 unit rumah mengalami rusak ringan dan di perumahan De Naila Garden, tercatat ada 5 unit rumah rusak ringan dan 1 unit rumah rusak sedang.
Meski kerusakan bangunan cukup banyak, Sukardi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden yang terjadi pukul 18.00 WIB tersebut.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Gresik telah mendistribusikan bantuan stimulan untuk membantu warga mengamankan properti mereka dari potensi hujan susulan.
"Kami telah menyalurkan bantuan berupa terpal dan paket bahan makanan kepada warga terdampak. Untuk proses pemulihan bangunan, saat ini sedang dilakukan perbaikan mandiri oleh pihak pengembang (developer) bersama warga setempat secara gotong royong," pungkas Sukardi. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

