Aliansi Bela Palestina Serukan Aksi Damai di Depan Gedung Grahadi

"Kami sadar bahwa aksi ini berdampak pada kelancaran lalu lintas, dan kami mohon maaf. Namun, ini adalah cara kami untuk mengingatkan bahwa di tempat lain, ada saudara-saudara kita yang kehidupannya jauh lebih sulit"

02 Feb 2025 - 15:13
Aliansi Bela Palestina Serukan Aksi Damai di Depan Gedung Grahadi
Berjalan lancar, massa aksa damai Aliansi Bela Palestina mulai membubarkan diri dari jalan Gubernur Suryo, Surabaya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Suasana di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Ahad (2/2/2025) terasa berbeda dari biasanya.

Jika pada hari-hari biasa kawasan ini dipadati kendaraan yang melintas, kali ini ribuan orang memenuhi ruas jalan.

Mereka datang membawa bendera Palestina, membentangkan spanduk, dan menyerukan dukungan bagi rakyat yang masih bertahan di tengah konflik berkepanjangan.

Aksi damai ini digelar oleh Aliansi Bela Palestina sebagai bentuk solidaritas terhadap kondisi rakyat Palestina yang masih terancam meskipun gencatan senjata antara Hamas dan Israel telah diumumkan pada 19 Januari lalu.

Bagi banyak pihak, kesepakatan tersebut belum menjamin keamanan Palestina, mengingat serangan dan aksi represif masih terus terjadi, termasuk di Jalur Gaza dan kompleks Masjid Al-Aqsa.

Dalam aksi ini, peserta melakukan long march di sepanjang Jalan Gubernur Suryo. Sepanjang perjalanan, mereka menggelorakan orasi dan membentangkan poster bertuliskan “Stop Genocide” dan “Save Al-Aqsa,” menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar isu politik, tetapi juga persoalan kemanusiaan.

Muhammad Rizqy Nafis, Humas Aksi Damai Bela Palestina, menegaskan bahwa meskipun ada gencatan senjata, tidak ada jaminan bahwa penderitaan rakyat Palestina akan berakhir.

"Kami turun ke jalan bukan hanya karena serangan yang sudah terjadi, tetapi juga untuk mengingatkan bahwa ancaman bagi rakyat Palestina masih ada. Gencatan senjata bukan solusi jika tidak ada jaminan keamanan bagi mereka," ujarnya saat ditemui di tengah aksi, Ahad (2/2/2025).

Pernyataan Rizqy sejalan dengan kekhawatiran banyak pihak. Walaupun perjanjian gencatan senjata mencakup pembebasan sandera dan tahanan dari kedua belah pihak, masih ada dugaan bahwa Israel akan memanfaatkan jeda ini untuk memperkuat posisinya di Gaza. 

Sebelumnya, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, bahkan menyebutkan bahwa gencatan senjata ini bisa menjadi celah bagi Israel untuk melancarkan strategi penguasaan wilayah secara perlahan.

Maka dari itu, dalam aksinya, Rizqy juga menegaskan bahwa perjuangan membela Palestina bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi tertentu, tetapi harus menjadi kesadaran kolektif untuk mengawal gencatan senjata tidak dibarengi dengan maksud terselubung.

"Kita mungkin tidak bisa berbuat banyak di medan perang, tetapi kita bisa menyuarakan kebenaran. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga solidaritas dan memastikan bahwa penderitaan saudara-saudara kita di Palestina tidak diabaikan," katanya.

Ia mengingatkan bahwa serangan Israel telah menyebabkan ribuan warga Palestina kehilangan nyawa, termasuk perempuan dan anak-anak. Infrastruktur di Gaza pun mengalami kerusakan besar, membuat kehidupan semakin sulit bagi mereka yang selamat.

Menjelang sore, sekitar pukul 13.00 WIB, massa aksi mulai membubarkan diri dengan tertib. Sebelum meninggalkan lokasi, mereka menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan yang perjalanannya terganggu akibat aksi ini.

"Kami sadar bahwa aksi ini berdampak pada kelancaran lalu lintas, dan kami mohon maaf. Namun, ini adalah cara kami untuk mengingatkan bahwa di tempat lain, ada saudara-saudara kita yang kehidupannya jauh lebih sulit," pungkas Rizqy.

Aksi ini menjadi bukti bahwa solidaritas untuk Palestina masih kuat di hati masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Surabaya.

Di tengah ketidakpastian perdamaian di Timur Tengah, suara dari jalanan Kota Pahlawan menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk keadilan belum berakhir. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow