Aktivis di Kediri Ditangkap, LBH Al-Faruq: Dia Korlap Aksi bukan Aktor Anarkistis

Aktivis Kediri Saiful Amin dijemput polisi di kontrakannya di kawasan Rejomulyo, Kota Kediri pada Selasa (2/9/2025) dini hari.

03 Sep 2025 - 08:21
Aktivis di Kediri Ditangkap, LBH Al-Faruq: Dia Korlap Aksi bukan Aktor Anarkistis
Aksi mahasiswa di depan Polres Kediri Kota pada Sabtu (30/8/2025) sore sebelum terjadinya kerusuhan.

KEDIRI, SJP – Polres Kediri Kota mengamankan 42 orang pasca-aksi unjuk rasa yang berujung perusakan gedung pemerintahan dan lembaga legislatif di Kediri. Dari jumlah tersebut, 24 orang ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya Saiful Amin, Direktur Sekitar Institute yang bertindak sebagai korlap aksi pada Sabtu (31/8/2025).

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Al-Faruq Kediri, Taufik Dwi Kusuma, mengatakan, Saiful dijemput polisi di kontrakannya di kawasan Rejomulyo, Kota Kediri pada Selasa (2/9/2025) dini hari. Setelah itu, dia menjalani pemeriksaan hingga sore hari. Saiful disodori 54 pertanyaan. 

“Statusnya sore ini sudah tersangka. Yang jelas, Saiful Amin selama pemeriksaan sangat kooperatif, menjawab 54 pertanyaan dengan jujur,” kata Taufik, Selasa (2/9/2025).

Taufik mempertanyakan, penetapan status Saiful Amin sebagai tersangka. Menurut dia, Saiful bukanlah aktor anarkistis dalam kericuhan pasca aksi di Kediri. Saiful hanya berperan sebagai koordinator lapangan (korlap) saat aksi berlangsung. Sebagai korlap aksi mahasiswa pada Sabtu lalu, lanjut Taufik, Saiful Amin bertanggung jawab pada aksi dan massa mahasiswa sudah bubar sebelum pukul 18.00 WIB. 

“Setelah aksi selesai, tanggung jawab Saiful Amin juga selesai. Yang anarkis pasca aksi itu bukan bagian dari dirinya maupun mahasiswa yang dipimpinnya. Jadi clear, dia bukan aktor anarkis,” ujarnya.

LBH Al-Faruq akan menempuh langkah hukum, termasuk mengajukan penangguhan penahanan jika kliennya ditahan. “Kalau hari ini Polresta Kediri hanya mentersangkakan Saiful Amin, tentu ini bisa dilihat sebagai upaya membungkam aspirasi. Padahal, dia bukan aktor penjarahan atau anarkis,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi sikap Polresta Kediri yang tetap memberikan hak-hak hukum bagi kliennya. 

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Ibrahim Saputra menegaskan rentetan kejadian pada 30 Agustus 2025 bermula dari seruan ajakan berkumpulnya massa. 

“Semua kan berawal dari seruan untuk berkumpul. Seruan ini tidak bisa mengendalikan situasi sehingga terjadi chaos. Maka, yang mengajak seruan pertama ini harus kita cari. Karena kalau tidak ada seruan berkumpul, massa ini tidak akan terkumpul,” kata AKBP Anggi.

Lebih lanjut, polisi juga menemukan bukti adanya komunikasi di grup WhatsApp yang berisi ajakan berkumpul. Namun, peran para provokator masih terus didalami. “Kita sudah kantongi nama-nama. Yang kita khawatirkan, ada anak di bawah umur yang terlibat. Ini yang sangat kita sayangkan,” tegasnya.

Untuk pasal yang dikenakan, para tersangka dijerat secara variatif, mulai dari Pasal 363 ayat 2 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang pengeroyokan, hingga pasal penghasutan di muka umum agar tidak menuruti perintah undang-undang.

Polres Kediri Kota sempat mengamankan 42 orang pasca kericuhan, 24 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan. 18 orang lainnya telah dipulangkan karena tidak memenuhi unsur pidana. Mereka dikembalikan ke keluarganya dalam waktu kurang dari 24 jam.

“Yang memenuhi unsur kita tahan ada 24 orang. Sedangkan 18 lainnya sudah dikembalikan. Usia yang dewasa ada 30 orang, anak-anak 12 orang. Asalnya beragam, dari Kabupaten Kediri 20 orang, Kota Kediri 16 orang, Nganjuk 3, Surabaya 1, Sampang 1, dan Pontianak 1 orang,” jelas Anggi.

Anggi juga mengimbau orang tua lebih berperan aktif dalam mengawasi anak-anak mereka. “Dulu, orang tua selalu ingatkan anak pulang ketika magrib. Sekarang, peran orang tua ini seperti berkurang karena sibuk kerja. Saya imbau, ayo munculkan kembali peran orang tua supaya anak-anak bisa tumbuh lebih baik,” tutupnya. (*)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow