Aksi Heroik di Alun-Alun Lumajang: Anggota BPBD Panjat Tiang 15 Meter untuk Pasang Tali Bendera

Seorang anggota BPBD Lumajang memanjat tiang bendera setinggi 15 meter tanpa alat pengaman untuk mengganti tali yang putus saat latihan upacara kemerdekaan. Aksi heroik ini menjadi simbol semangat patriotisme menjelang HUT ke-80 RI.

04 Aug 2025 - 21:16
Aksi Heroik di Alun-Alun Lumajang: Anggota BPBD Panjat Tiang 15 Meter untuk Pasang Tali Bendera
Seorang pria di Lumajang memanjat tiang 15 meter tanpa alat pengaman untuk memasang tali bendera yang putus saat latihan upacara kemerdekaan RI, Senin 4 Agustus 2025. (Foto: /Istimewa)

LUMAJANG, SJP – Latihan upacara kemerdekaan di Alun-alun Lumajang, Senin (4/8/2025), mendadak menjadi pusat perhatian setelah seorang pria melakukan aksi nekat dan heroik, dengan memanjat tiang bendera setinggi 15 meter tanpa alat pengaman demi mengibarkan kembali bendera Merah Putih.

Momen tersebut terekam dalam video amatir yang kini viral di media sosial. Sosok pria itu belakangan diketahui bernama Sulasmono Mahmud (30), anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Kabupaten Lumajang.

Tali pengait bendera putus saat sesi gladi upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Prosesi latihan sempat terhenti. Saat para petugas kebingungan mencari solusi, Mahmud yang kebetulan melintas, langsung mengambil inisiatif.

“Saya lihat latihan terhenti karena talinya putus. Karena bisa manjat dan punya pengalaman di ketinggian, saya putuskan naik sendiri,” ujar Mahmud saat dikonfirmasi usai kejadian.

Tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai, Mahmud hanya mengenakan helm pelindung saat memanjat. Ia menapaki tiang logam secara perlahan, disaksikan anggota paskibraka, pelatih, hingga tim medis yang sempat menahan napas di bawah.

Dalam waktu singkat, ia berhasil mencapai puncak tiang dan memperbaiki posisi tali bendera. Tepuk tangan dan sorakan meledak dari sekitar alun-alun, menandai selesainya misi spontan tersebut.

“Deg-degan juga, tapi demi bendera Merah Putih dan semangat 17-an, saya yakin saja. Ini soal tanggung jawab dan rasa cinta pada negara,” ucap Mahmud.

Bagi sebagian besar yang menyaksikan, tindakan Mahmud bukan sekadar aksi nekat, melainkan simbol nyata semangat kemerdekaan, bahwa menjaga kehormatan sang saka Merah Putih bukan hanya tugas paskibraka atau panitia upacara, melainkan panggilan jiwa bagi seluruh rakyat Indonesia. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow