Aksi Damai Buruh PTPN XII: Kami Hanya Ingin Tenang Bekerja

Ribuan buruh PTPN XII menggelar aksi damai di Bondowoso menuntut penyelesaian konflik agraria di Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, serta meminta jaminan keamanan dan perlindungan bagi pekerja perkebunan JCE Blawan.

06 Jan 2026 - 13:01
Aksi Damai Buruh PTPN XII: Kami Hanya Ingin Tenang Bekerja
Aksi demo SPBUN XII di depan Kantor Bupati Bondowoso (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Ribuan buruh dan karyawan PTPN XII menggelar aksi damai untuk meminta Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) segera menyelesaikan konflik agraria di PTPN I Regional 5, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen.

Peserta aksi damai yang membawa berbagai poster tuntutan tersebut digelar di depan Kantor Bupati Bondowoso, tepat di sisi selatan Monumen Gerbong Maut, Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo, Selasa (6/1/2025).

Koordinator aksi menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Pemkab Bondowoso dan Forkopimda untuk segera mengambil langkah konkret demi memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang bagi para pekerja, pasca konflik serta penebangan puluhan ribu pohon kopi arabika milik PTPN.

Secara garis besar, massa aksi memperjuangkan hak asasi serta perlindungan bagi para pekerja perkebunan Java Coffee Estate (JCE) Blawan, yang selama ini menggantungkan hidupnya sebagai buruh kebun PTPN XII di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.

Usai menyampaikan aspirasi, perwakilan Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN XII) ditemui Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Sekretaris Daerah Fathur Rozi, serta Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir, di Aula Sabha Bina Praja.

Ketua SPBUN XII, Bramantyo, mengungkapkan bahwa aksi damai yang berlangsung tertib dan kondusif tersebut merupakan respons atas konflik berkepanjangan di kawasan kebun Java Coffee Estate (JCE) Blawan yang dinilai semakin meruncing.

“Yang kami inginkan hanyalah rasa tenang dan damai saat bekerja. Konflik yang berkepanjangan ini harus segera diselesaikan karena sangat merugikan perusahaan dan berdampak langsung pada perekonomian ribuan pekerja kebun,” tegasnya.

Diketahui, konflik yang terjadi sejak tahun 2023 tersebut kian memanas pasca dijatuhkannya hukuman kepada tiga warga Desa Kaligedang. Rentetan konflik juga terjadi antara warga setempat dengan anggota TNI dari Yonif 514 Bondowoso, yang mengakibatkan sejumlah rumah karyawan PTPN dibakar oleh orang tak dikenal.

Tak berhenti di situ, konflik berlanjut dengan penebangan puluhan ribu pohon kopi milik PTPN I Regional 5 di kawasan kebun Blawan, Desa Kaligedang. Bahkan, sempat terjadi aksi penurunan bendera serta penyanderaan Kapolsek Ijen oleh warga setempat. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow