Diiming-imingi Kredit Murah, Ratusan Warga Pasuruan Tertipu Pinjol

Korban diarahkan untuk menunduh aplikasi pinjol. Kemudian kode OTP yang masuk ke nomor korban diminta untuk dikirimkan ke pelaku

20 Dec 2024 - 15:03
Diiming-imingi Kredit Murah, Ratusan Warga Pasuruan Tertipu Pinjol
Warga yang datangi balai desa untuk mengadukan penipuan, dan foto terduga pelaku

PASURUAN, SJP — Ratusan warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga diduga menjadi korban penipuan.

Dugaan penipuan tersebut terbongkar setelah banyak warga yang melaporkan kejadian itu kepada kepala Desa Jatiarjo dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah korban, Kepala Desa Jatiarjo, Dardiri mengatakan, tercatat sebanyak 210 warga yang mengaku menjadi korban penipuan tersebut.

Jumlah itu masih berpotensi bertambah. Indikasinya, warga mengaku banyak debt collector dari pinjaman online (pinjol) mendatangi rumah-rumah warga untuk menagih utang.

Menurut Dardiri, kasus ini berlangsung sekitar delapan bulan terakhir. Sebelumnya, korban diiming-imingi kredit murah dan barang elektronik.

"Modus penipuan ini bermula dari iming-iming kredit murah untuk membeli beragam barang. Mulai HP, TV, laptop, dan lemari es,” ucapnya, Jumat (20/12/2024).

Dardiri menjelaskan, korban diarahkan untuk mengunduh aplikasi pinjol. Kemudian korban diminta mengirimkan kode one time password (OTP) kepada pelaku. 

Terduga pelaku penipuan itu berinisial AK (29). Para korban mengenalnya dengan nama Eni. Dia diketahui merupakan warga Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

Sedangkan yang mempromosikan kredit murah, kata Dardiri, adalah seorang perempuan berinsial NV. Dia diketahui berdomisili di Desa Jatiarjo.

"Pelaku melakukan dugaan penipuan yang sama cara kerjanya. Yakni melakukan transaksi melalui aplikasi pinjol yang diunduh dengan bantuan kedua pelaku," jelasnya.

Dengan mencuatnya kasus tersebut, para korban yang mayoritas warga Desa Jatiarjo berbondong-bondong mendatangi balai desa Selasa (17/12).

Sementara itu, melalui sambungan telepon, Kanit Polsek Prigen, Ipda Arief Bernadhy'l Yaum membenarkan terkait peristiwa tersebut.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi bersama Bhabinkamtibmas, Muspika serta pihak Permerintah Desa Jatiarjo. Di sana dibuka pusat pengaduan serta memberikan bimbingan kepada korban.

"Mereka mendapatkan bimbingan dari jajaran Kepolisian Sektor Prigen dan anggota Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan, red) Prigen dengan didampingi kades setempat," ujarnya.(*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow