Eratkan Hubungan Diplomasi lewat Seni, Tahun ke-3 Kompetisi Menggambar LAC X Konjen Jepang Angkat Tema Lingkungan

Seni dan lingkungan menyatukan generasi muda Indonesia-Jepang dalam Kompetisi Melukis Lotus Art Courses X Konjen Jepang di Surabaya 2025, mempererat diplomasi budaya sambil menanamkan kesadaran akan masa depan bumi.

16 Mar 2025 - 22:32
Eratkan Hubungan Diplomasi lewat Seni, Tahun ke-3 Kompetisi Menggambar LAC X Konjen Jepang Angkat Tema Lingkungan
Para pemenang kompetisi berfoto bersama saat acara awarding di kantor Konjen Jepang di Surabaya. (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Seni bukan hanya sarana ekspresi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan budaya dan mempererat hubungan antarnegara.

Hal itu tercermin dalam kompetisi melukis Lotus Art Courses (LAC) X Konjen Jepang di Surabaya 2025, yang memasuki tahun ketiganya. Tahun ini, lomba itu mengangkat tema lingkungan: sebuah isu global yang semakin mendesak.

Melalui kompetisi ini, generasi muda diajak untuk menuangkan pemikiran mereka tentang masa depan bumi sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. 

Di sisi lain, kegiatan ini juga berperan sebagai medium untuk memperdalam pemahaman tentang budaya Jepang, memperkuat hubungan diplomatik, dan menciptakan generasi muda yang lebih peduli terhadap kerja sama bilateral Indonesia-Jepang.

Konjen Jepang: Generasi Muda sebagai Jembatan Masa Depan

Dalam Awarding Ceremony yang berlangsung di kantor Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Takeyama Kenichi, Konsul Jenderal Jepang, mengungkapkan apresiasinya terhadap antusiasme peserta.

"Kami sangat senang bisa kembali menyelenggarakan kompetisi ini. Tahun ini, kami menerima banyak karya luar biasa yang menggambarkan eratnya hubungan Indonesia dan Jepang. Saya percaya bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kerja sama antarnegara di masa depan," ujar Takeyama saat dikonfirmasi pada Ahad (16/3/2025).

Kompetisi ini juga menjadi momen yang emosional bagi Takeyama Kenichi. Karena bulan ini adalah bulan terakhirnya menjabat sebagai Konjen Jepang di Surabaya setelah empat tahun bertugas di Indonesia.

Dia menyampaikan rasa bangga atas kontribusinya dalam mempererat hubungan bilateral. Terutama di kalangan generasi muda.

"Saya merasa senang jika dalam masa tugas saya, hubungan antara Jepang dan Indonesia dapat sedikit meningkat. Generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga hubungan baik ini, dan saya berharap mereka terus melanjutkannya di masa depan," katanya.

Takeyama juga memperkenalkan penggantinya, Takonai Susumu, yang saat ini menjabat sebagai Konjen Jepang di Medan.

Dengan pengalamannya yang luas dan pemahamannya terhadap budaya serta masyarakat Indonesia, dia yakin Tako Naisan akan meneruskan berbagai inisiatif kerja sama yang telah dibangun.

"Saya berharap beliau dapat melanjutkan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat persahabatan Jepang dan Indonesia, terutama di kalangan generasi muda," tambahnya.

Penilaian Karya: Kreativitas dan Pemahaman Tema

Sebagai bagian dari tim juri, Vice Konsul Bagian Kebudayaan dan Pendidikan, Kota Nakagome, menjelaskan bahwa penilaian karya tidak hanya berdasarkan teknik menggambar, tetapi juga pemahaman terhadap tema.

Diketahui, kompetisi hasil kolaborasi antara LAC dan Konjen Jepang di Surabaya itu diadakan secara gratis dan terbuka untuk umum.

Lomba terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan usia. Yakni, Kategori A dengan usia 5 hingga 7 tahun. Kategori B dengan usia 8 hingga 11 tahun, dan Kategori C dengan usia 12 hingga 15 tahun. 

Masing-masing kategori diambil lima karya terbaik. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa medali, piagam, dan suvenir menarik yang diserahkan langsung oleh Konjen Jepang di Surabaya Takeyama Kenichi.

"Kami melihat bagaimana anak-anak membayangkan masa depan, baik untuk Indonesia maupun Jepang. Mereka tidak hanya menampilkan visual yang menarik, tetapi juga memiliki pemikiran yang dalam tentang bagaimana lingkungan dapat dijaga melalui berbagai perspektif," ungkap Kota Nakagome.

Menurutnya, ada banyak pendekatan unik yang ditampilkan peserta. Mulai dari teknologi ramah lingkungan, pelestarian budaya, hingga edukasi tentang kesadaran lingkungan sejak dini.

Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak mampu berpikir kritis dan memiliki kepedulian terhadap tantangan masa depan.

Partisipasi Lebih Luas, Jumlah Peserta Meningkat

Seiring dengan meningkatnya popularitas kompetisi ini, jumlah peserta pun terus bertambah setiap tahunnya. I Putu Mahendra, pemilik Lotus Art Courses, mengungkapkan rasa syukur atas respons positif dari masyarakat.

"Tahun pertama kami menerima sekitar 190 karya, tahun kedua 200, dan sekarang mencapai 300 karya. Tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti Madiun, Kediri, Mojokerto, hingga Banyuwangi," katanya.

Putu juga mengapresiasi kreativitas peserta dalam menafsirkan tema lingkungan. Ada yang menggambarkan revitalisasi lingkungan, peran generasi muda, hingga inovasi teknologi hijau.

Teknik yang digunakan pun bervariasi. Mulai dari pensil warna, krayon, hingga spidol, menjadikan setiap karya unik dengan gaya visual yang berbeda.

"Kami berharap, kompetisi ini terus berlangsung setiap tahun. Tidak hanya sebagai wadah untuk mengasah kreativitas, tetapi juga sebagai momen keakraban antara Indonesia dan Jepang dalam bidang seni," tambahnya.

Suara Peserta: Inspirasi dan Harapan Masa Depan

Salah satu peserta di kategori A (umur 5-7 tahun) yang berhasil meraih penghargaan, Ivanka Puteri Hartanto, melalui karyanya yang berjudul "Japan Future Agriculture", ia mengaku senang bisa berpartisipasi dan sabet penghargaan dalam kompetisi ini.

"Aku menggambar tentang robot. Jadi ini banyak robot yang bantu manusia buat menjual hasil panen, di Jepang kan juga ada banyak robot," ujarnya dengan nada malu.

Meski malu, dia mengaku juga merasa senang karena bisa belajar lebih banyak tentang budaya Jepang melalui kompetisi ini. Hal ini juga didukung oleh orang tuanya yang mendukung penuh hobi dari putrinya itu. 

Kompetisi yang Memperkuat Hubungan Bilateral

Dengan jumlah peserta yang terus meningkat dan kualitas karya yang semakin beragam, kompetisi melukis Lotus Art Courses X Konjen Jepang di Surabaya telah menjadi ajang penting dalam memperkenalkan seni sebagai sarana edukasi dan diplomasi budaya.

Kompetisi ini diharapkan terus menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja Indonesia untuk mengekspresikan kreativitas mereka, sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui seni dan kepedulian terhadap lingkungan. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow