Abu Vulkanik Gunung Semeru Mengguyur Wilayah Pakis hingga Poncokusumo
Abu vulkanik Gunung Semeru mencapai wilayah Pakis dan Poncokusumo. Warga terdampak diminta waspada, BMKG imbau penggunaan masker dan pelindung mata.
MALANG, SJP—Letusan Gunung Semeru kembali menyemburkan abu vulkanik yang kali ini terasa hingga wilayah Pakis dan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Warga di dua kecamatan tersebut melaporkan adanya partikel abu halus sejak pagi hari, menyusul erupsi yang terjadi pada pukul 11.00 WIB.
Salah satu warga yang terdampak yaitu Ferdi, seorang penjual bunga yang sedang berjualan di acara wisuda salah satu SMA di Kabupaten Malang. Dia kaget saat mendapati motor yang diparkir di pinggir jalan tertutup abu.
“Tadi pagi waktu mulai jualan belum ada apa-apa. Tapi menjelang siang, motor saya sudah penuh debu. Saya kira debu biasa, ternyata teman bilang itu dari Semeru,” ungkap Ferdi, Sabtu (31/5/2025).
Data dari Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya menunjukkan, abu vulkanik dari erupsi Gunung Semeru mencapai ketinggian hingga 14.000 kaki dan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 5 knot.
Arah sebaran tersebut mengarah ke wilayah Kabupaten Malang bagian timur, mencakup kawasan Pakis, Tumpang, hingga Poncokusumo.
Devi Fatmasati, Analis Iklim BMKG, membenarkan bahwa abu vulkanik dari Gunung Semeru menyebar ke wilayah Malang bagian timur.
“Abu vulkanik terdeteksi bergerak ke arah barat laut dengan ketinggian mencapai 14.000 kaki. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan guna menghindari dampak iritasi saluran pernapasan,” ujarnya.
BMKG dalam SIGMET resmi menyatakan bahwa intensitas abu masih tetap dan terus dipantau. Warga diimbau untuk mengenakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta membersihkan permukaan kendaraan atau rumah secara berkala untuk menghindari iritasi saluran pernapasan.
Hingga kini, belum ada laporan gangguan penerbangan dari Bandara Abdulrachman Saleh, namun otoritas setempat tetap siaga menghadapi potensi dampak lanjutan. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

