Richie Eks Five Minutes Desak Kepastian Hukum Soal Polemik Royalti Musik Nasional

Polemik mengenai sistem royalti dan peran Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) perlu segera mendapatkan kepastian hukum agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku industri musik.

21 Jun 2026 - 22:45
Richie Eks Five Minutes Desak Kepastian Hukum Soal Polemik Royalti Musik Nasional
Richie Setiawan, eks vokalis band Fiveminute. (Foto: Jefri Yulianto/suarajatimpost.com)

SURABAYA, SJP – Musisi sekaligus mantan vokalis band Five Minutes, Richie Setiawan, menilai polemik mengenai sistem royalti dan peran Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) perlu segera mendapatkan kepastian hukum agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku industri musik, Minggu (21/6/2026).

Menurut Richie, persoalan royalti sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun, dalam beberapa tahun terakhir isu tersebut kembali menjadi perhatian karena sejumlah aturan dan pasal terkait pengelolaan hak cipta masih menyisakan perbedaan tafsir di antara para pemangku kepentingan.

"Harapannya tentu ada jalan keluar yang bisa mengakomodasi semua pihak. Baik pencipta lagu, penyanyi, produser maupun pelaku industri lainnya harus bisa memahami persoalan ini bersama-sama sehingga tercipta solusi yang adil," ujar Richie saat berkunjung ke Surabaya.

Ia menegaskan kepastian regulasi sangat penting agar musisi dapat fokus berkarya tanpa dihantui kekhawatiran terkait penggunaan lagu maupun distribusi royalti.

Menurutnya, edukasi kepada pelaku musik harus menjadi prioritas sebelum masuk pada perdebatan mengenai mekanisme pengelolaan hak cipta.

"Jangan sampai musisi setiap hari merasa khawatir saat membawakan sebuah lagu karena takut terkena somasi atau persoalan hukum lainnya. Yang terpenting sekarang adalah memberikan pemahaman yang jelas kepada seluruh pelaku musik," katanya.

Richie juga menilai perkembangan industri musik nasional saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat seiring hadirnya teknologi digital dan Digital Streaming Platform (DSP).

Kehadiran platform streaming dinilai telah membuka peluang yang jauh lebih luas bagi musisi untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada label rekaman.

"Dulu media promosi sangat terbatas, hanya televisi, radio, dan majalah. Sekarang semuanya ada di smartphone. DSP sangat efektif dan efisien untuk membantu musisi berkembang," ujarnya.

Menurut dia, perubahan lanskap industri musik juga menuntut musisi untuk lebih aktif dalam mempromosikan karya. Selain menghasilkan lagu, musisi kini dituntut mampu membangun interaksi dengan audiens melalui berbagai platform digital dan kolaborasi dengan kreator konten.

"Kalau dulu tugas promosi lebih banyak dilakukan label. Sekarang musisinya juga harus terlibat. Satu karya bisa dikembangkan menjadi banyak konten sehingga jangkauan pasarnya semakin luas," kata Richie.

Dalam kunjungannya ke Surabaya, Richie mengaku menemukan kesamaan visi dengan Irvan Hits Production (IHP) yang dinilainya memiliki pendekatan yang relevan dengan perkembangan industri musik saat ini, khususnya dalam menjangkau pasar generasi muda.

Disinggung mengenai kedatangannya ke Kota Pahlawan, Richie mengungkapkan bahwa dirinya tengah menjajaki sejumlah proyek musik baru bersama IHP.

Label musik berbasis Surabaya tersebut saat ini sedang menyiapkan beberapa karya yang ditargetkan mampu bersaing di pasar nasional.

Dalam waktu dekat, IHP akan memproduksi tiga lagu baru untuk Richie Setiawan dan tiga lagu lainnya untuk grup musik ST12. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan untuk memperkuat eksistensi di industri musik Tanah Air.

Perwakilan IHP, Ryo Milano, mengatakan langkah tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan karya-karya berkualitas sekaligus memperluas jaringan kolaborasi dengan musisi lintas generasi.

"Kami ingin menjadi bagian dari perkembangan musik Indonesia. Karena itu, selain membina artis baru, kami juga bekerja sama dengan musisi yang sudah memiliki rekam jejak di industri dan memiliki basis penggemar yang kuat," ujar Ryo.

Sementara terkait polemik royalti yang masih berkembang, Richie mengakui sebagian musisi saat ini masih memilih menggunakan skema direct licensing sambil menunggu kejelasan regulasi yang mengatur hubungan antara musisi, LMK, dan pihak pengguna karya musik.

Ia berharap pemerintah, regulator, serta musisi yang terlibat dalam proses penyusunan kebijakan dapat segera menghadirkan aturan yang lebih jelas dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pelaku industri.

"Dengan begitu, ekosistem musik nasional dapat berkembang lebih sehat, profesional, dan mampu mendorong lahirnya karya-karya baru yang kompetitif di era digital," pungkasnya.

Fans Vokalis band Fiveminute,  Andik asal Tuban mengetahui kedatangan Richie dari medsos bergegas menemuiya di kawasan hotel di Surabaya.

Ia juga mengaku senang bertatatp muka langsung dengan Richie Setiawan dari ciri khas suara dan lagu semakin Ku Kejar Semakin Kau Jauh dikenal (SKSJ).

"Seneng banget mas. Orangnya juga ternyata keren, dan memang beda dengan di layar kaca. Ya semoga nambah sukses ciptain lagu baru dan tetap eksis menghibur, di dunia musik tanah air Indonesia," akunya. (*)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow