Danrem 082/CPYJ Bekali Wawasan Bela Negara Ribuan Peserta CAI ke-47 di Jombang
Danrem 082/CPYJ menyoroti ancaman modern berupa proxy war serta krusialnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai intervensi dan pengaruh asing.
JOMBANG, SJP – Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Inf Batara Alex Bulo, memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada lebih dari 2.000 peserta Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47.
Kegiatan yang digelar di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (1/7/2026) itu, menyoroti ancaman modern berupa proxy war serta krusialnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai intervensi dan pengaruh asing.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Inf Batara Alex Bulo juga mewawancarai langsung 12 santri dari Pondok Pesantren Gadingmangu yang memiliki pengalaman studi di luar negeri, meliputi Malaysia, China, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Australia, hingga Suriname.
"Wawancara ini bertujuan untuk mengukur sekaligus mengapresiasi rasa bangga serta kedalaman pemahaman para santri terhadap esensi bela negara setelah berinteraksi dengan dunia internasional," ujar Kolonel Batara dalam pesan diterima wartawan, Kamis (2/7/2026).
Ia menegaskan, pengalaman global yang dimiliki para santri harus menjadi modal kuat untuk mempertebal jiwa nasionalisme. Lebih lanjut, Danrem memaparkan potensi strategis wilayah geografis Korem 082/CPYJ yang membawahi enam kabupaten dan dua kota. Salah satu daerah penyangga utama yang disebut adalah Kabupaten Lamongan, yang dinilai mampu konsisten menjaga serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat nasional.
Menurutnya, pencapaian prestasi swasembada pangan ini terwujud berkat sinergi yang solid, dedikasi, serta kerja keras harmonis antara jajaran prajurit TNI, lapisan masyarakat, dan para komandan satuan di lapangan.
Di sisi lain, perwira menengah TNI Angkatan Darat ini juga mengulas lembaran sejarah kebesaran masa lalu Jawa Timur yang pernah menjadi pusat Kerajaan Majapahit dengan wilayah kekuasaan sangat luas hingga Asia Tenggara.
"Berdasarkan catatan sejarah, salah satu pemicu runtuhnya kedigdayaan Majapahit disebabkan oleh konflik internal dan perang dengan kerajaan Eropa," ujar Kolonel Batara.
Ia mengingatkan para generasi muda agar memetik pelajaran berharga dari sejarah masa lalu untuk mengantisipasi skenario perpecahan bangsa di era modern. Terkait keamanan informasi di era digital, Danrem memberikan peringatan keras mengenai penggunaan aplikasi pesan instan WhatsApp dalam pelaporan birokrasi, terutama yang bersifat rahasia.
Sebagai alternatif aman, ia mencontohkan budaya adiluhung bangsa Indonesia di masa lampau, yaitu metode *caraka* atau pengiriman surat penting secara fisik melalui utusan khusus; sebuah sistem autentik yang terbukti aman dan ditakuti oleh intelijen asing.
"Saran saya, laporan yang bersifat rahasia jangan lewat WA, pasti terbaca semua di luar. Indonesia punya budaya 'caraka', yaitu mengantar surat melalui orang, dan itu yang ditakutkan oleh bangsa luar. Maka saya sarankan untuk tidak melaporkan hal yang bersifat rahasia melalui WA," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Permata CAI 47, Achmad Fawwaz, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Danrem 082/CPYJ atas materi pembekalan yang sangat relevan dan visioner. Pihaknya berkomitmen penuh untuk segera menindaklanjuti amanah dan instruksi tersebut dalam program pembinaan kepemudaan secara berkelanjutan.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Danrem dalam menyampaikan materi bela negara. Kami akan menindaklanjuti amanah beliau dalam mencetak generasi yang bela negara," pungkas Achmad Fawwaz. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

