Ketua Umum PBNU Bertandang ke Jombang Usai Jalankan Misi Perdamaian di Iran
Lawatan Gus Yahya tertuju ke Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang selaku lokasi agenda nasional pelaksanaan Mukhtamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, bulan Agustus 2026 mendatang.
JOMBANG, SJP - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya bertandang ke Jombang usai jalani misi perdamaian di Iran, Ahad (12/7/2026).
Lawatan Gus Yahya tertuju ke Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang selaku lokasi agenda nasional pelaksanaan Mukhtamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, pada bulan Agustus 2026 mendatang.
Kepada awak media Gus Yahya menceritakan jika agenda ke Tambakberas Jombang sudah dijadwalkan beberapa hari sebelumnya. Namun diurungkan menyusul datangnya penugasan dari Presiden Republik Indonesia (RI) untuk menjadi bagian dari delegasi kunjungan diplomatik ke Negara Republik Islam Iran.
Selain membawa misi perdamaian, pihak delegasi juga mewakili pemerintah RI memberikan penghormatan terakhir serta rasa belasungkawa atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei, di Mashhad, Jumat (10/7/2026) lalu.
"Sebenarnya saya sudah merencanakan sowan ke Tambakberas pada Kamis lalu. Tetapi sehari sebelumnya saya mendapat pemberitahuan agar bersiap bergabung dengan delegasi yang mewakili Presiden dan Pemerintah Indonesia ke Iran," ucap Gus Yahya kepada wartawan di depan kediaman dalem kasepuhan Ponpes Tambakberas, Jombang.
Saat di Negara Iran, Gus Yahya menyampaikan jika delegasi Indonesia mengikuti sejumlah rangkaian agenda resmi dengan para pejabat tinggi Iran, di antaranya Menteri Luar Negeri Iran, Ketua Parlemen Iran, serta Ketua Tim Perunding Iran.
"Pesan utama yang kami bawa adalah menyampaikan belasungkawa sekaligus mendorong agar proses mengarah pada terciptanya perdamaian. Itulah mandat Presiden kepada delegasi Indonesia," ungkapnya.
Begitu juga komitmen kaum Nahdliyin di Indonesia, sejak meletusnya agresi koalisi Amerika Serikat dan Israel ke wilayah negara Iran pada 28 Februari 2026 terus mendapat seruan dari PBNU. Seruannya terang mendoakan umat Islam di seluruh dunia dan mendorong langkah-langkah damai dalam menyelesaikan perang.
"Saya sampaikan bahwa warga Nahdlatul Ulama sejak awal terus berdoa agar seluruh umat Islam mendapat perlindungan dari Allah SWT dan berharap semua konflik dapat diselesaikan melalui jalan damai," tuturnya.
Usai misi diplomatik itulah, Gus Yahya langsung bertandang ke Jombang dalam agenda silaturahmi di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang untuk memberikan dukungan suksesi kegiatan Muktamar ke-35.
Ia berharap pelaksanaan muktamar nanti berlangsung lancar dan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa manfaat bagi organisasi, bangsa, dan masyarakat luas.
"Kita berharap Muktamar NU di Tambakberas menjadi momentum yang penuh keberkahan serta mampu melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi masa depan Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan umat," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

