9 Tahun Menunggu, Dua Lansia Blitar Akhirnya Berangkat Haji Bersama

Dua Lansia asal Kota Blitar akhirnya pada tahun 2026 ini bisa berangkat ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji. Keduanya merupakan kakak beradik yang telah menantikan hal ini selama 9 tahun lamanya.

22 Apr 2026 - 20:50
9 Tahun Menunggu, Dua Lansia Blitar Akhirnya Berangkat Haji Bersama
Slamet Azali (86) dan Damanhuri (83) saat mencoba mengenakan pakaian ihram. (Foto : Ninda Kinanti)

KOTA BLITAR, SJP - Penantian panjang akhirnya berbuah manis bagi dua kakak beradik asal Kota Blitar.

Slamet Azali (86) dan Damanhuri (83) dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026, setelah sembilan tahun menunggu antrean.

Keduanya dijadwalkan terbang menuju Mekkah pada 16 Mei 2026 dalam kelompok terbang (kloter) 106. Kebahagiaan tampak jelas dari raut wajah mereka saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat tahun ini. Sekarang tinggal menjaga kesehatan," kata Slamet, Rabu (22/4/2026).

Sejak memastikan keberangkatan, aktivitas keduanya mulai berubah. Jika sebelumnya rutin menggarap sawah, kini Slamet dan Damanhuri lebih banyak menghabiskan waktu untuk menjaga kondisi fisik.

Jalan kaki di pagi hari menjadi rutinitas baru mereka demi menjaga stamina jelang ibadah haji.

Perjalanan menuju Tanah Suci bukanlah hal instan. Keduanya mendaftar haji sejak 2017, dengan harapan bisa berangkat dalam waktu relatif singkat.

Namun, pandemi COVID-19 yang melanda dunia membuat jadwal keberangkatan mereka tertunda cukup lama.

Saat pandemi, kebijakan prioritas usia sempat menjadi penentu. Slamet yang kala itu belum memenuhi kriteria usia tertentu harus kembali bersabar menunggu giliran.

Kabar yang dinanti akhirnya datang pada akhir 2025. Nama keduanya resmi masuk daftar calon jemaah haji tahun 2026.

Sejak saat itu, berbagai persiapan mulai dilakukan, mulai dari administrasi hingga pelunasan biaya.

Biaya perjalanan haji mereka kumpulkan dari hasil bertani. Sedikit demi sedikit, Slamet menyisihkan penghasilan dari panen padi hingga mampu melunasi biaya yang dibutuhkan.

Di balik kebahagiaan itu, terselip kisah duka yang dialami Damanhuri. Ia semula mendaftar bersama sang istri. Namun, tiga bulan sebelum keberangkatan, istrinya meninggal dunia.

"Awalnya daftar berdua dengan istri. Sekarang saya berangkat dengan kakak," ungkapnya pelan.

Meski kehilangan, Damanhuri tetap tegar. Ia memilih melanjutkan niat ibadah dengan penuh keikhlasan, sembari membawa doa untuk almarhumah istrinya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Blitar, Purnomo, menyebut jumlah jemaah calon haji tahun ini mencapai 160 orang. Dari jumlah tersebut, Slamet menjadi jemaah tertua.

Kisah Slamet dan Damanhuri menjadi potret keteguhan dan kesabaran. Di usia senja, mereka membuktikan bahwa impian ke tanah suci tetap bisa terwujud, meski harus melewati waktu yang tidak singkat. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow