8 Nama Calon Ketua PBNU Muncul Jelang Muktamar Ke-35 di Jombang

Berdasarkan pemetaan saat ini, terdapat sedikitnya delapan figur yang ramai diperbincangkan untuk memperebutkan kursi PBNU 1.

21 Jul 2026 - 11:30
8 Nama Calon Ketua PBNU Muncul Jelang Muktamar Ke-35 di Jombang
Kondisi kesiapan Pondok Pesantren Tambakberas Jombang menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. (Fredi/SJP)

SUARAJATIMPOST.COM — Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai hangat diperbincangkan menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. 

Sejumlah nama tokoh besar kini mengemuka dan menjadi perbincangan di internal organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU, Prof. Moh. Mukri, menilai pemunculan banyak kandidat ini sebagai hal yang wajar sekaligus menandakan dinamika demokrasi yang sehat di tubuh Nahdlatul Ulama.

"Jika suasana mulai hangat dan banyak figur yang ingin maju sebagai Ketua Umum, itu hal biasa. Justru ini wujud nyata demokrasi dan kebebasan menyampaikan aspirasi di NU," ujar Prof. Mukri, Sabtu (18/7/2026).

Delapan Nama yang Masuk Bursa Calon

Berdasarkan pemetaan saat ini, terdapat sedikitnya delapan figur yang ramai diperbincangkan untuk memperebutkan kursi PBNU 1:

1. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) – Ketua Umum PBNU bertahan.

2. KH Zulfa Mustofa – Wakil Ketua Umum PBNU.

3. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) – Ketua PWNU Jawa Timur.

4. KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) – Ketua PWNU Jawa Tengah.

5. Nasaruddin Umar – Menteri Agama RI.

6. Gudfan Arif – Bendahara Umum PBNU.

7. KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) – Pengasuh Ponpes API Tegalrejo.

8. KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).

Meski delapan nama sudah mencuat, Prof. Mukri menegaskan bahwa peta kekuatan hingga kini masih sangat dinamis. Belum ada satu pun kandidat yang mendominasi dukungan secara mutlak.

Sesuai aturan organisasi, setiap bakal calon wajib mengantongi minimal 99 dukungan resmi dari Pengurus Cabang (PCNU) maupun Pengurus Wilayah (PWNU) agar bisa ditetapkan sebagai calon sah.

"Saat ini belum ada calon yang benar-benar mengerucut atau dominan. Jika dukungan seorang figur ternyata kurang dari 99 suara, ia tidak bisa maju. Kondisi ini memungkingkan terjadinya koalisi antar-kandidat. Peta kekuatan yang pasti baru terlihat saat proses pencalonan resmi di forum muktamar nanti," jelas Prof. Mukri.

Di luar bursa pencalonan, panitia terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Acara tersebut dipastikan berpusat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Prof. Mukri memastikan kesiapan sarana dan prasarana di lokasi acara sudah tidak mengalami kendala teknis.

"Fokus panitia saat ini sudah beralih ke penyempurnaan materi persidangan, mulai dari penyusunan arah kebijakan organisasi, perumusan rekomendasi strategis, hingga penetapan keputusan penting untuk periode kepengurusan mendatang," pungkasnya. (**) 

Sumber: NU Online

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow