Awas Tergiur Harga Murah! Ini Hukum Menyembelih Hewan Kurban yang Sakit
Jangan tergiur harga murah. Ketahui hukum menyembelih hewan kurban yang sakit untuk Iduladha 2026 serta syarat sahnya menurut syariat Islam.
SUARAJATIMPOST.COM - Menjelang Iduladha 2026, pemilihan hewan kurban menjadi fokus utama umat Islam. Namun, jangan sampai keinginan mendapatkan harga murah membuat Anda mengabaikan kondisi kesehatan ternak.
Satu pertanyaan yang sering muncul: apakah hewan yang sedang sakit sah untuk dijadikan kurban? Agar ibadah tidak sia-sia, berikut adalah penjelasan hukum dan ketentuannya.
Syarat Sah Hewan Kurban
Dalam syariat Islam, hewan kurban harus sehat, layak, dan tidak cacat fisik. Rasulullah SAW menegaskan ada empat kondisi hewan yang **tidak sah** dijadikan kurban:
1. Buta yang sangat jelas.
2. Sakit parah yang terlihat nyata.
3. Pincang hingga tidak bisa berjalan normal.
4. Sangat kurus seolah tidak memiliki daging.
Jika Anda menemukan hewan kurban yang tampak lemas, kehilangan nafsu makan, atau kesulitan berdiri, sebaiknya urungkan niat untuk membeli. Hewan dengan kondisi sakit yang parah tidak memenuhi syarat sah kurban.
Bagaimana Jika Sakitnya Ringan?
Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), jika hewan hanya mengalami sakit ringan yang tidak menurunkan kualitas dagingnya, maka kurban tersebuttetap sah dan halal.
Meski demikian, umat Islam dianjurkan untuk memberikan yang terbaik. Apabila penyakit hewan tersebut berisiko menular kepada manusia yang mengonsumsi dagingnya, maka hewan itu mutlak tidak layak untuk disembelih maupun dikonsumsi.
Panduan Singkat Memilih Hewan Kurban
Agar ibadah kurban berjalan sesuai syariat dan daging yang dibagikan aman, perhatikan empat hal berikut saat memilih hewan:
Pilih yang Aktif
Pastikan hewan bergerak lincah, matanya cerah, dan merespons lingkungan sekitar. Hindari hewan yang hanya terdiam atau lesu.
Periksa Keutuhan Fisik
Pastikan kakinya normal, telinganya utuh, serta tidak ada luka terbuka atau lebam pada tubuhnya.
Cek Nafsu Makan
Hewan yang sehat umumnya memiliki nafsu makan yang rakus dan tidak mengabaikan pakan.
Perhatikan Kondisi Bulu
Bulu yang bersih dan terawat adalah tanda hewan dipelihara dengan baik. Hindari hewan berbulu sangat kusam atau rontok parah.
Membeli hewan kurban memang perlu disesuaikan dengan anggaran, tetapi kualitas kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama. Lebih baik memastikan hewan benar-benar sehat agar ibadah kurban sah dan membawa kebaikan bagi penerimanya. (**)
Sumber : Beritasatu.com
Editor: Danu
What's Your Reaction?

