4 Ciri Kurma Tak Murni yang Ditambahii Sirup Glukosa, Begini Cara Mengenalinya

Isu kurma kemasan dengan tambahan sirup glukosa ramai diperbincangkan. Simak 4 ciri kurma yang mengandung sirup glukosa serta penjelasan keamanan konsumsinya saat puasa Ramadan.

01 Mar 2026 - 10:41
4 Ciri Kurma Tak Murni yang Ditambahii Sirup Glukosa, Begini Cara Mengenalinya
Ilustrasi kurma dalam mangkuk dengan tampilan mengilap, contoh visual kurma yang diduga dilapisi sirup glukosa.(tiktok/@ILMAN)

JAKARTA, SJP – Kurma kemasan yang mengandung tambahan sirup glukosa belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Isu ini mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial X (sebelumnya Twitter) menyoroti perbedaan informasi pada label asli berbahasa asing dan label terjemahan bahasa Indonesia pada produk kurma impor. Perbedaan tersebut memicu pertanyaan publik mengenai transparansi komposisi, keamanan konsumsi, serta dampaknya bagi kesehatan—terutama saat bulan Ramadan.

Secara alami, kurma sudah memiliki rasa manis yang berasal dari gula alami seperti fruktosa dan glukosa. Karena itu, temuan adanya tambahan sirup glukosa pada sebagian produk kurma kemasan menimbulkan tanda tanya di kalangan konsumen. Di satu sisi, praktik ini umum dalam industri pangan untuk menjaga mutu produk. Di sisi lain, konsumen tetap berhak mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap sebelum membeli.

Lalu, bagaimana cara mengenali kurma yang ditambahkan sirup glukosa? Apakah aman dikonsumsi saat puasa? Berikut penjelasan lengkapnya.

Ramai Dibicarakan, Ini Awal Mula Isu Kurma Bersirup Glukosa

Perbincangan bermula dari unggahan akun X @SeputarTetangga yang menampilkan foto label kurma kemasan. Pada label asli berbahasa asing tercantum bahan tambahan seperti glucose syrup dan pengawet, sementara pada label tambahan bahasa Indonesia hanya tertulis “buah kurma”.

“Di label asli ada bahan lain, tapi di label Indonesia hanya ditulis kurma. Bukannya semua bahan harus dicantumkan?” tulis akun tersebut. Unggahan ini kemudian menyebar luas dan memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi informasi yang menyesatkan.

Perlu dipahami, tidak semua kurma kemasan mengandung sirup glukosa. Namun, praktik penambahan ini memang ada dan lazim digunakan oleh sebagian produsen untuk memperkuat rasa manis, membuat tampilan lebih mengilap, memperbaiki tekstur agar tidak terlalu kering, serta meningkatkan daya tarik visual dan masa simpan produk.

Ciri-Ciri Kurma Mengandung Sirup Glukosa

Agar tidak salah memilih, konsumen dapat memperhatikan beberapa tanda berikut untuk mengenali kurma yang mengandung tambahan sirup glukosa:

1. Permukaan Lebih Mengilap dan Terlihat Basah

Kurma yang diberi sirup glukosa biasanya tampak lebih berkilau, seolah dilapisi cairan tipis. Permukaannya terlihat basah dan licin. Sebaliknya, kurma alami cenderung tampak lebih kusam, dengan permukaan kering namun tetap lembut di bagian dalam.

2. Tekstur Terasa Sangat Lengket

Saat disentuh, kurma bersirup glukosa terasa lebih lengket dan dapat meninggalkan bekas manis di jari. Kurma tanpa tambahan pemanis memang tetap lembap, tetapi tidak sampai terasa seperti dilapisi cairan gula.

3. Rasa Manis Lebih Tajam dan Menyengat

Dari segi rasa, tambahan sirup glukosa membuat manis kurma terasa lebih kuat dan cepat “menyambar” di lidah. Berbeda dengan kurma alami yang memiliki rasa manis lebih seimbang dan kompleks, tergantung varietasnya.

4. Tercantum dalam Daftar Komposisi

Cara paling akurat adalah membaca label kemasan. Jika dalam daftar bahan tertulis glucose syrup atau sirup glukosa, maka produk tersebut memang mengandung tambahan pemanis. Membiasakan diri membaca komposisi menjadi langkah penting untuk memahami apa yang dikonsumsi.

Aturan Pelabelan Internasional pada Produk Kurma

Produk pangan kemasan yang dipasarkan secara internasional, terutama ke wilayah Uni Eropa, harus mematuhi regulasi pelabelan yang ketat.

Informasi wajib pada label meliputi nama produk yang menggambarkan isi secara jelas (misalnya dates coated with glucose syrup), daftar bahan lengkap sesuai urutan bobot, informasi nilai gizi, tanggal kedaluwarsa, petunjuk penyimpanan, serta bahasa yang mudah dipahami di negara tujuan.

Selain itu, semua bahan tambahan—termasuk pemanis, pengawet, atau pelapis—wajib dicantumkan secara transparan. Jika tidak, produk dapat dianggap menyesatkan dan berisiko ditarik dari peredaran atau ditolak di negara tujuan ekspor. Informasi asal produk, nama dan alamat produsen atau pengepak, serta jenis produk (misalnya pitted atau cluster) juga harus dicantumkan.

Aman atau Tidak Dikonsumsi Saat Puasa?

Kurma dengan tambahan sirup glukosa pada dasarnya masih aman dikonsumsi. Sirup glukosa merupakan gula yang umum digunakan dalam industri pangan dan telah melalui proses pengawasan keamanan. Namun, konsumsi gula tambahan tetap perlu dibatasi, terutama bagi penderita diabetes, obesitas, atau gangguan metabolisme gula darah.

Saat berbuka puasa, tubuh memang membutuhkan asupan energi cepat. Meski demikian, konsumsi gula berlebihan tidak dianjurkan. Mengonsumsi kurma dalam jumlah wajar masih dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Bagi yang ingin membatasi asupan gula tambahan, memilih kurma tanpa sirup glukosa tentu menjadi pilihan yang lebih bijak.

Sumber: Berita satu.com

Penulis:Febiana Dendo Ngara,Mahasiswa Magang Unitri.

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow