Dampak Gempa Pacitan M6.4: Atap Gedung SD di Jember Ambruk, Siswa Lesehan di Perpustakaan

Atap ruang kelas SDN Mangli 01 Jember ambruk diduga dampak gempa Pacitan. Meski ruang kelas rusak, puluhan siswa tetap mengikuti pembelajaran secara lesehan di perpustakaan.

06 Feb 2026 - 12:15
Dampak Gempa Pacitan M6.4: Atap Gedung SD di Jember Ambruk, Siswa Lesehan di Perpustakaan
Kondisi atap bangunan gedung SDN Mangli 01 Jember yang ambruk terdampak gempa Pacitan, Jumat 6 Februari 2026. (Foto: Beritasatu.com/Hisyam Nugroho)
JEMBER, SJP – Di tengah kondisi ruang kelas yang tak lagi layak digunakan, puluhan siswa kelas 4 SDN Mangli 01, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, tetap menjalani kegiatan belajar mengajar dengan segala keterbatasan. Mereka terpaksa belajar secara lesehan di ruang perpustakaan, setelah atap bagian depan ruang kelas ambruk diduga akibat dampak gempa Pacitan.
Peristiwa ambruknya atap ruang kelas tersebut terjadi pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Beruntung, kejadian berlangsung di luar jam sekolah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Kerusakan baru diketahui pada pagi hari saat penjaga sekolah melakukan kegiatan bersih-bersih rutin.
Pantauan di lokasi menunjukkan puing-puing bangunan berserakan di area teras kelas 4, membuat ruang kelas tak bisa digunakan untuk sementara waktu. Kondisi ini memaksa pihak sekolah memindahkan aktivitas belajar ke ruang perpustakaan yang kapasitasnya terbatas.
Kepala SDN Mangli 01, Sundari, mengatakan bahwa meski dalam situasi darurat, pihak sekolah tetap berupaya agar proses pembelajaran tidak terhenti.
“Kegiatan belajar mengajar kami tetap lanjutkan menggunakan ruang perpustakaan. Yang jelas, anak-anak tetap harus belajar semaksimal mungkin meski dengan kondisi seadanya,” ujar Sundari saat ditemui, Jumat (6/2/2026).
Menurut Sundari, selain faktor gempa bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan dan terasa hingga Jember, kondisi bangunan sekolah yang sudah termakan usia turut diduga menjadi penyebab ambruknya atap kelas.
Untuk sementara, siswa kelas 4 mengikuti pelajaran tanpa meja dan kursi, duduk beralaskan lantai perpustakaan. Meski demikian, semangat belajar para siswa tetap terlihat, meskipun ruang tersebut dinilai tidak ideal untuk menampung puluhan siswa dalam jangka waktu lama.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan, agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal dan tidak mengganggu kualitas pendidikan para siswa. (**)
Sumber: beritasatu.com
Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow