31 Jenazah Korban Tragedi Ponpes Al-Khoziny Belum Teridentifikasi
Sebanyak 31 jenazah korban tragedi ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, hingga kini belum teridentifikasi. Tim DVI Polda Jatim terus melakukan proses pencocokan DNA dan rekonsiliasi forensik secara teliti.
SURABAYA, SJP — Proses identifikasi korban tragedi ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, masih terus berlangsung.
Hingga Rabu (8/10/2025), tercatat 31 jenazah korban masih belum berhasil diidentifikasi dan kini tengah diperiksa oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur di RS Bhayangkara Surabaya.
Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Khusnan Marzuki mengungkapkan, tim DVI telah bekerja tanpa henti sejak hari kejadian untuk memastikan seluruh korban dapat dikenali secara ilmiah.
Dari total jenazah yang diterima, sebanyak 34 jenazah telah berhasil teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
“Saat ini masih tersisa 31 kantong jenazah yang sedang dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara Polda Jatim. Setelah itu, akan dilakukan rekonsiliasi oleh para ahli forensik DVI,” ujar Khusnan Marzuki di Surabaya.
Sebagai bagian dari proses identifikasi, sebanyak 62 sampel DNA dari seluruh kantong jenazah telah dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Mabes Polri di Jakarta.
Pengiriman dilakukan secara bertahap untuk memastikan pemeriksaan laboratorium berjalan teliti dan akurat. Sebagian besar hasil uji DNA telah diterima kembali dan kini tengah dicocokkan dengan data keluarga korban.
“Kemarin terakhir kami kirim 14 sampel DNA. Sisanya akan kami rekonsiliasi setelah hasil pemeriksaan laboratorium diterima,” tambah Khusnan.
Dalam tahapan identifikasi, proses rekonsiliasi menjadi langkah krusial. Tim forensik akan mencocokkan data antemortem, seperti sidik jari, rekam medis, foto gigi, atau keterangan keluarga, dengan data postmortem yang diperoleh dari jenazah. Proses ini dilakukan untuk memastikan keakuratan identitas sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kami pastikan proses identifikasi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan keilmuan forensik yang ketat agar tidak terjadi kesalahan,” tegas Khusnan Marzuki.
Sejak musibah terjadi, tim DVI Polda Jatim bekerja siang dan malam. Selain pemeriksaan DNA, mereka juga melakukan wawancara intensif dengan keluarga korban guna mengumpulkan data pembanding.
Proses ini dilakukan di bawah pengawasan langsung Pusdokkes Mabes Polri dengan prioritas utama pada ketepatan identifikasi dan pelayanan kemanusiaan.
Dengan masih adanya 31 jenazah yang belum teridentifikasi, proses identifikasi korban Ponpes Al-Khoziny kini menjadi fokus utama tim DVI.
Diharapkan seluruh hasil rekonsiliasi dapat segera rampung agar para korban dapat dikenali dan dimakamkan secara layak oleh keluarga masing-masing. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

