23 Embung di Pelosok Bojonegoro Rampung Dinormalisasi, Cadangan Air Musim Kemarau Lebih Aman

Normalisasi embung tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro sebagai langkah strategis menghadapi musim kemarau, sekaligus memperkuat ketahanan air untuk sektor pertanian dan peternakan.

06 Jan 2026 - 17:29
23 Embung di Pelosok Bojonegoro Rampung Dinormalisasi, Cadangan Air Musim Kemarau Lebih Aman
Proses normalisasi embung. Foto: Ist

BOJONEGORO, SJP – Sebanyak 23 titik embung yang tersebar di berbagai desa kini kembali berfungsi optimal setelah seluruh pekerjaan normalisasi atau pengerukan rampung 100 persen.

Normalisasi embung tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro sebagai langkah strategis menghadapi musim kemarau, sekaligus memperkuat ketahanan air untuk sektor pertanian dan peternakan.

Kepala Bidang Air Baku Irigasi PU SDA Bojonegoro, Bungku Susilowati, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada embung-embung yang selama ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur.

“Tujuan utama normalisasi agar embung yang sebelumnya dangkal bisa kembali menampung air hujan secara maksimal. Dengan kapasitas yang bertambah, cadangan air saat kemarau tetap terjaga,” ujar Bungku, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, sebelum dilakukan pengerukan, banyak embung yang cepat kering karena ketebalan endapan sedimen. Setelah dinormalisasi, daya tampung embung meningkat signifikan. Salah satu contohnya berada di Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, yang kini mampu menampung hingga sekitar 19 ribu meter kubik air.

“Sekarang embung-embung itu tidak lagi sekadar menjadi kubangan dangkal, tapi benar-benar bisa dimanfaatkan untuk mendukung sawah dan kebutuhan air ternak,” tegasnya.

Bungku berharap pemerataan normalisasi embung di berbagai wilayah ini dapat memberikan rasa tenang bagi petani saat memasuki musim tanam. Ketersediaan air yang lebih dekat dengan lahan pertanian dinilai akan berdampak langsung terhadap produktivitas dan perekonomian desa.

“Total ada 23 desa yang kini memiliki embung dengan kondisi prima. Ini bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan,” tambahnya.

Berdasarkan data PU SDA Bojonegoro, 23 paket pekerjaan normalisasi embung tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, dengan volume pengerukan bervariasi. Volume terbesar berada di Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo (Lokasi 3), yang mencapai 60 ribu meter kubik, sementara yang terkecil berada di Desa Kedungadem tahap pertama dengan volume 624 meter kubik.

Dengan rampungnya seluruh pekerjaan ini, Pemkab Bojonegoro optimistis cadangan air di wilayah rawan kekeringan dapat lebih terjamin, sekaligus menjadi solusi jangka menengah dalam menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau yang kian ekstrem. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow